Menu

Mode Gelap

Nasional

Memandikan Patung Buddha Tidur di Trowulan Mojokerto, Jelang Hari Raya Waisak 12 Mei 2025

badge-check


					Jelang peringatan dan perayaan hari Waisyak,yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2025,  pimpinan Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, memandikan patung Budhha Tidur, Rabu, 7 Mei 2025. Instagram@kabarmojokerto.id Perbesar

Jelang peringatan dan perayaan hari Waisyak,yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2025, pimpinan Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, memandikan patung Budhha Tidur, Rabu, 7 Mei 2025. Instagram@kabarmojokerto.id

MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM- Tradisi memandikan Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, dilaksanakan pada Rabu, 7 Mei 2025, mulai sekitar pukul 10.30 WIB sebagai rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada 12 Mei 2025. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun menjelang Waisak.

Tradisi memandikan Patung Buddha Maha Paranibbana kembali digelar di Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto. Prosesi ini bukan sekadar ritual, tapi juga lambang penyucian diri—pengingat agar manusia tak lupa membersihkan batinnya dari debu duniawi.

Patung Buddha Tidur, yang dibangun pada 1993 dan diakui sebagai terbesar di Indonesia, dibersihkan dengan air sabun, dibilas air bersih, dan disiram air kembang berisi mawar, melati, dan kenanga—simbol kesucian dan penghormatan.

Tradisi memandikan Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, merupakan ritual tahunan yang digelar menjelang perayaan Waisak. Patung ini dikenal sebagai rupang Buddha Maha Paranibbana dan menjadi salah satu ikon spiritual serta destinasi wisata religius di Indonesia.

Ritual diawali dengan pembacaan doa, lalu patung Buddha raksasa disiram air bunga yang disebut Kembang Macan Kerah-campuran mawar, melati, dan kenanga, yang melambangkan penyucian batin.

Prosesi ini melibatkan lima orang, termasuk warga muslim sekitar vihara, sebagai simbol harmoni antarumat beragama.

Setelah disiram air bunga, patung dibersihkan dengan kain lap, sikat, dan air bersih, termasuk relief pondasi patung.

Tradisi ini bukan sekadar membersihkan fisik patung, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada Sang Buddha dan ajakan untuk membersihkan diri dari kekotoran batin menjelang Waisak.

“Filosofinya bahwa setiap manusia juga harus membersihkan batinnya sendiri,” jelas Pandita Maha Vihara Mojopahit, Saryono.

Tradisi ini menegaskan pentingnya penyucian batin dan kebersamaan lintas agama dalam menyambut hari suci Waisak di Mojokerto.

Tradisi ini menegaskan pentingnya penyucian batin dan kebersamaan lintas agama dalam menyambut hari suci Waisak di Mojokerto.

Air dan kembang yang digunakan dalam tradisi memandikan Patung Buddha Tidur di Mojokerto memiliki syarat khusus:

  • Air yang digunakan adalah air bersih, biasanya ditempatkan dalam beberapa ember untuk prosesi penyiraman.
  • Kembang yang dipakai adalah campuran bunga mawar, melati, kenanga, kantil, dan kembang Macan Kerah.
  • Fungsi utama kembang ini sebagai wewangian dan simbol ketidak-kekalan, serta sebagai persembahan sakral dalam ritual penyucian.
  • Kombinasi air bersih dan bunga-bunga tersebut menjadi syarat utama dalam pelaksanaan tradisi ini.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sedikitnya 200 Siswa dan Guru SMKN Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:17 WIB

Gubernur Khofifah Gratiskan Layanan Trans Jatim pada Harhubnas 2026

17 September 2026 - 16:16 WIB

Donald Trump Terciduk “Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf

17 September 2026 - 15:56 WIB

Daftar 8 Tersangka, OTT KPK di Bogor Dilanjutkan Penggeledahan Kantor Dirjen ATR/ BPN di Jakarta

17 September 2026 - 15:50 WIB

Besok Ada 2.150 Lowongan Kerja di Mini Job Fair Surabaya

16 September 2026 - 19:41 WIB

Andi Amran: Produsen Beras Fortifikasi akan Ditindak Tegas

16 September 2026 - 19:30 WIB

Aksi Besar Oktober. Buruh Usung 5 Tuntutan

16 September 2026 - 19:18 WIB

Wibisono: Hentikan Semua Pungutan Sekolah Lewat Komite! Beban Masyarakat Makin Berat

16 September 2026 - 15:22 WIB

Aksi Demo Disertai Pembakaran di Teras Gedung Rektorat Uinsa: Tolak Pelantikan Rektor Peiode II

16 September 2026 - 13:39 WIB

Trending di Nasional