Menu

Mode Gelap

Nasional

Menteri Komdigi Meutya Hafid Ajak Mahasiswa Manfaatkan Literasi Digital dan Perangi Judol

badge-check


					Mwenteri Komdigi, Meutya Hafid selfi bersama mahasiswa Universitas HKBP Nommensen usai memberi kuliah umum, Jumat (14/3/2025) (Foto: Istimewa) Perbesar

Mwenteri Komdigi, Meutya Hafid selfi bersama mahasiswa Universitas HKBP Nommensen usai memberi kuliah umum, Jumat (14/3/2025) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak para mahasiswa di Sumatera Utara untuk aktif berpartisipasi dalam memerangi judi online melalui peningkatan literasi digital.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital yang diusung pemerintah harus dimanfaatkan untuk tujuan yang positif dan produktif.

“Enam dari delapan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transformasi digital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penguatan ketahanan negara, peningkatan swasembada pangan, penguatan sumber daya manusia, pemberantasan korupsi, serta penciptaan ekosistem digital yang menyeluruh,” ujar Meutya Hafid dalam kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara, Jumat (14/3/2024).

Oleh karena itu, tambanya, kita harus memastikan bahwa transformasi digital ini membawa manfaat bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Meutya Hafid menyoroti potensi besar lanskap digital Indonesia, yang saat ini mencatat 79,5 persen pengguna internet aktif. Di Sumatera Utara, tingkat penggunaan internet juga tergolong tinggi.

Meutya mengingatkan bahwa literasi digital masyarakat masih berada pada indeks 3,65 dari skala 5, yang perlu ditingkatkan agar pemanfaatan teknologi digital dapat lebih optimal.

Data ini merujuk pada survei terbaru Kementerian Komunikasi dan Digital terkait indeks literasi digital nasional.

Terkait tantangan transformasi digital di Sumatera Utara, Meutya Hafid mengungkapkan bahwa masih terdapat wilayah yang belum terjangkau infrastruktur digital, meskipun cakupan internet terus meningkat.

Selain itu, tingginya angka perjudian online menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024, Sumatera Utara masuk dalam enam besar provinsi dengan kasus judi online tertinggi di Indonesia.

“Judi online ini sebetulnya bukan sekadar perjudian, tetapi lebih tepat disebut sebagai penipuan online. Algoritma di dalamnya membuat pengguna selalu berada dalam posisi yang dirugikan. Oleh karena itu, kami meminta bantuan dari akademisi dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat dalam melawan praktik ini,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), platform digital, operator seluler, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memblokir konten perjudian online.

Hingga saat ini, lebih dari 800.000 situs judi online telah diblokir. Meutya Hafid menyatakan bahwa pemblokiran saja tidak cukup, sebab permintaan masyarakat terhadap konten tersebut harus ditekan melalui edukasi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Meutya Hafid menekankan pentingnya program Literasi Digital Nasional, yang menargetkan peningkatan keterampilan digital dasar bagi 30 juta masyarakat Indonesia.

Ia mengajak Universitas HKBP Nommensen untuk berpartisipasi dalam program ini dan menjadi pusat pengembangan talenta digital.

Menurutnya, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi aspek strategis dalam ketahanan digital suatu negara, sehingga Kementerian Komunikasi dan Digital berencana menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas HKBP Nommensen guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan keterampilan digital mahasiswa.

“Kita harus menyiapkan talenta digital sejak dini. Target kita adalah mencetak 9 juta talenta digital hingga tahun 2030 agar Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam digitalisasi di Asia. Oleh karena itu, kami akan menjalin kerja sama dengan universitas untuk membangun ekosistem digital yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Menutup pertemuan, Meutya Hafid kembali mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Saya bangga bertemu dengan para mahasiswa di Sumatera Utara yang memiliki potensi besar. Mari kita manfaatkan internet untuk kebaikan, memerangi judi online, serta membangun budaya digital yang sehat dan bermanfaat bagi masa depan bangsa,” kata Meutya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kapolda Lampung Kerahkan 800 Personel Memburu Penembak Brigpol Arya Supena

11 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kuota 50.000 Rumah Subsidi Jatim, Tantangan Lahan Jadi Sorotan

11 Mei 2026 - 19:38 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Jasad Mahasiswa Jombang Ditemukan di Saluran Irigasi Megaluh, Diduga Korban Laka Tunggal

11 Mei 2026 - 14:08 WIB

PHK Turun Drastis Awal 2026

10 Mei 2026 - 19:39 WIB

Wapres Gibran ke Ponpes Tambakberas, Pimpin Upacara Haul 55 KH Wahab Chasbullah

10 Mei 2026 - 19:28 WIB

Bergulat Lawan Pencuri Motor, Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak di Kepala

10 Mei 2026 - 17:42 WIB

“Menolak Punah” dan “Pesta Babi”: Antara Kebenaran, Perjuangan dan Larangan!

9 Mei 2026 - 21:46 WIB

Calon Cobek Terbesar di Indonesia untuk Festival Rujak Uleg 2026 Hari Jadi 733 Surabaya

9 Mei 2026 - 20:35 WIB

Trending di Headline