Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Wilayah Jombang alami hujan sekitar satu jam, pada pukul 12.00 – 13.15, disambung Selasa selasa sore, 27 Oktober 2026. Warga merasa senang, karena bisa meredakan suhu udara panas berubah jadi lebih segar.
Bagaimana penjelasan Kalaksa BPBD Jombang, Wiko Birawa Diaz Quontas, atas hujan saat ini di Jombang.
“Jadi hujan yang terjadi saat ini, bukan pertanda awal musim penghujan. Tetapi hujan rekayasa dari Provinsi, tujuan utamanya untuk padamkan kebakaran hutan di wilaya hutan yang terbakar,”
Pernyataan disampaikan menjawab swarajombang.com, atas terjadinya hujan. BMKG belum merilis awal musim hujan,” tambahnya.
Seperti telah diketahui umum, banyak terjadi karhutla seluruh Indonesia, termasuk di Jatim, hutan Bromo, Arjuna, sepuatar Batu, Malang, Pasuruan, Probolinggo. Jila tidak dilakukan hujan rekayaa, maka dampaknya makin berbahaya.
Waspadai Hidrometeorolagi
Meski demikaian, setelah dilanda kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan, Kabupaten Jombang memasuki masa transisi musim hujan.
Berdasarkan catatan kejadian bencana tahun‑tahun sebelumnya dan pemetaan risiko BPBD Kabupaten Jombang, ada sejumlah titik yang selalu menjadi lokasi terdampak utama saat hujan deras turun, sehingga perlu kewaspadaan khusus bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Titik‑titik Rawan Banjir
* Kecamatan Mojoagung: Wilayah bantaran Sungai Konto, terutama Desa Murukan dan sekitar aliran sungai utama; sering tergenang akibat pendangkalan saluran air.
* Kecamatan Ngusikan: Desa Kedungbogo dan sekitar bantaran sungai, rawan luapan saat hujan berdurasi panjang.
* Kecamatan Kesamben: Desa Jombo dan Blimbing, titik genangan berulang pada musim hujan sebelumnya.
* Kecamatan Sumobito: Desa Madiopuro dan Talun Kidul, sempat terendam air hingga 1 meter pada awal tahun lalu.
* Kecamatan Mojowarno: Sebagian besar wilayah bantaran sungai yang berpotensi meluap saat hujan deras.
Titik‑titik Rawan Longsor
Dua kecamatan utama yang masuk kategori risiko tinggi longsor menurut catatan BPBD Jombang:
* Kecamatan Wonosalam (lereng Gunung Arjuna): Titik utama di Desa Jarak, Panglungan, dan Sambirejo; tanah yang lama kering mudah tergelincir jika jenuh air hujan.
* Kecamatan Bareng: Wilayah perbukitan bagian utara‑barat, sering terjadi longsor kecil‑menengah saat hujan terus‑menerus.
Zona rawan banjir: Sebagian besar wilayah dataran rendah selatan‑tengah Jombang:
Mojoagung‑Ngusikan‑Kesamben‑Sumobito‑Mojowarno
• Zona rawan longsor: Wilayah perbukitan utara (Wonosalam‑Bareng)
(Peta visual terperinci dapat diunduh di situs resmi BPBD Kabupaten Jombang)
“Kondisi tanah yang keras akibat kemarau membuat daya serap air rendah, sehingga risiko banjir dan longsor bisa muncul lebih cepat dibanding tahun‑tahun biasa,” ujar Wiko.
Kalaksa BPBD Jombang ini juga mengimbau warga memantau peringatan dini cuaca dari BMKG dan BPBD, membersihkan saluran air sekitar rumah, serta mengenali jalur evakuasi terdekat di desa masing‑masing.
Jika melihat tanda‑tanda bahaya seperti retakan tanah atau aliran air tiba‑tiba deras, segera hubungi pos keamanan atau nomor darurat BPBD setempat.**











