Penukis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Malam puncak perayaan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang berubah menjadi pesta budaya rakyat yang hangat, Kamis malam – Jumat pagi, 22-23 Oktober 2026.
Ribuan warga memadati Alun-Alun Jombang untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang juga menjadi bagian dari rangkaian Jombang Fest 2026.
Suasana semakin hidup dengan kehadiran Wakil Bupati Jombang Salmanudin beserta istri, unsur Forkopimda, Sekda Agus Purnomo, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Jombang.
Wakil Bupati Gus Salmanudin hadir mewakili Bupati Jombang Abah Warsubi yang beralangan hadir di awal acara besar ini, karena harus menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Meskipun demikian, Gus Wabup menyampaikan bahwa Bupati Warsubi tetap berencana menyusul ke Alun-Alun Jombang untuk bersama-sama menikmati pagelaran wayang.

Inilah aksi kelompok karawitan Laras Kinanthi pimpinan Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi. Bawakan lima gending, pada acara gebyar wayang kulit hadirkan dalang Ki Bayu Aji. Foto: jombangkab.go.id
Undangan Presiden
“Beliau sejak kemarin sore ingin mendampingi panjenengan semua. Namun karena dipanggil Bapak Presiden Prabowo, beliau izin dan berkirim salam.”
“Malam ini beliau sedang OTW menuju Alun-Alun Jombang. Mari kita doakan beliau senantiasa diberi kesehatan,” ujar Gus Wabup, yang kemudian diikuti doa Al-Fatihah bersama warga.
Melalui sambutan yang dibacakan, Pemkab Jombang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.
Pemerintah juga mengajak masyarakat aktif mempromosikan wayang kulit di media sosial, agar warisan budaya ini semakin dikenal, tidak hanya sebagai tontonan malam, tetapi juga sebagai identitas daerah yang harus dijaga bersama.
“Semoga pagelaran wayang kulit malam ini dapat menghibur sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Jombang.”
“Kita beri kesempatan kepada para pelaku seni untuk terus berkarya. Pemerintah Kabupaten Jombang pastikan akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari upaya merawat identitas daerah,” tuturnya.
Malam itu tidak hanya diisi pagelaran wayang, tetapi juga diwarnai interaksi hangat antara pimpinan daerah dan warga.
Gus Wabup membuka sesi kuis berhadiah langsung dari Bupati, di mana tiga warga beruntung berhasil menjawab pertanyaan seputar nama kelompok karawitan, judul gending, hingga visi-misi pembangunan daerah dan mendapatkan apresiasi khusus.
Laras Kinanti
Sebelum gebyaran wayang dimulai, acara dibuka kelompok karawitan Laras Kinanthi pimpinan Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi.
Para ibu TP PKK tampil penuh percaya diri membawakan lima lagu/ tembang: Mars PKK, Ladrang Wohing Aren, Gugur Gunung, Lancaran Serayu, dan Lancaran Suwe Ora Jamu, dengan kolaborasi alat musik gamelan dan saxophone.
Penampilan ini juga dapat dinikmati masyarakat melalui siaran langsung YouTube Jombangkab.
Syafira Putri
Momen yang juga menyentuh hati hadir dari Safira Isyana Putri, siswi bertalenta dari SLB Negeri Jombang.
Ia membawakan lagu Indonesia Jaya dengan didampingi langsung oleh Ketua TP PKK Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi dan Ibu Lilik Agus Purnomo, Ketua DWP Kabupaten Jombang.
Penampilan ini menjadi bukti bahwa Jombang tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga semakin serius mendukung pendidikan inklusif bagi semua kalangan.
Ki Bayu Aji
Puncak prosesi pembukaan ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Parikesit.
Gus Wabup Salmanudin menyerahkan secara langsung gunungan wayang kepada dalang ternama nasional, Ki MPP Bayu Aji, sebagai tanda resminya dimulainya pagelaran wayang kulit lakon Sang Parikesit yang turut dihibur oleh bintang tamu Bojo Jo Klitik dan Jo Klutuk.
Menjelang tengah malam, Bupati Jombang Warsubi akhirnya tiba di Alun-Alun Jombang setelah dari Jakarta.
Didampingi Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, beliau langsung bergabung bersama masyarakat yang anteng menyimak pagelaran Wayang Kulit Ki MPP Bayu Aji.
Kemeriahan semakin terasa ketika Bupati satu panggung dalam kemeriahan bersama Jo Klitik dan Jo Klutuk, membuat malam Hari Jadi ke-116 Jombang menjadi kenangan budaya yang tak terlupakan bagi warga.**











