Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang memiliki program “Fraksi Day”, merupakan aktivitas setap aspirasi masyarakat dalam live talk show lewat aplikasi online.
Jumat, 24 Oktober 2926, acara yang dimotori Kartiyono, Ketua Fraksi PKB mengambil tema Pengembangan Pariwisata di Jombang.
Acara dilaksanakan di ruang Media Center DPC‑PKB Jombang, menghadirkan narasumber: Kartiyono dan Muhaimin (FPKB), dan jurnalis Agus Pamuji (Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia), Priyo Suwarno, Abu Bakar Sidik.
Kartiyono menyampaikan bahwa Jombang dijuluki “kota santri” memiliki potensi besar berbasis pesantren, dengan lebih dari 50 ribu santri asal luar daerah yang menuntut ilmu di 218 pondok pesantren terdaftar.
Setiap tahun, sedikitnya dua kali acara ribuan keluarga santri datang mengantar dan menjemput anak‑anak mereka.
Potensi ini merupakan sektor yang potensial dikembangkan oleh Pemkab Jombang.
Disebutkan, Jombang mempunyai destinasi dan potensi wisata yang besar. Namun, sebagian besar wisatawan tersebut hanya lewat sebentar dan melanjutkan perjalanan ke kabupaten tetangga seperti Malang, Kediri, atau Mojokerto tanpa menghabiskan waktu atau berbelanja di Jombang.
Para narasumber menyampaikan sejumlah hambatan dan tantagan utama pengembangan pariwisata.
Salah satu kendala adalah persepsi trauma masyarakat yang terbentuk bertahun‑tahun terkait keamanan di sejumlah lokasi wisata, sehingga membuat minat kunjungan wisatawan turun hingga 60 persen.
Belum Ada Perbup
Menurut Kartiyono sudah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan kepariwisataan beserta peta jalan pengembangan 20 tahun ke depan, tetapi hingga saat ini belum ada peraturan bupati sebagai aturan pelaksana turunan.
Banyak juga peraturan daerah lama yang belum diinventarisasi untuk dikaji kelayakan penerapannya.
Selain itu, tata kelola kearsipan dokumen pembangunan masih perlu diperbaiki agar jejak perencanaan terdokumentasi dengan baik untuk dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya.
Dalam diskusi ini juga muncul gagasan dari Abu Bakar Sidik: memasang videotron promosi di titik tol, mengundang putra‑putri daerah ahli pemasaran untuk kembali membangun Jombang, mengembangkan wisata sungai di kawasan Wisata‑Kebun Ratu.
Duren Wonosalam
Juga mengembangkan festival durian Wonosalam, serta mengadopsi konsep acara murah meriah seperti “Car‑Free Night” dengan pergelaran seni khas Jombang: Remo‑Boletan, Jaranan, dan Ludruk.
Semua peserta berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti peta jalan pariwisata yang sudah ada.
Memperbaiki persepsi publik tentang keamanan, dan mengoptimalkan potensi wisata religi‑pendidikan serta budaya, agar Jombang tidak tertinggal dari kabupaten tetangga.
Fraksi PKB akan terus mendorong koordinasi antara DPRD, perangkat daerah, dan kepolisian untuk mewujudkan hal tersebut.**











