Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Isawan Nanang Risdiyanto, S.Hut., M.Si. adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Jombang berupaya keras melawan pengangguran. Tahun 2026 ini, melalui sistem Talenta dan Program Jempur Kerja, telah menempatkan 6.718 tenaga kerja.
Ia resmi dilantik pada tanggal 31 Juli 2024. Semula, Isawan menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di lingkup Pemkab Jombang.
Ia merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang yang mengawali perjalanan kariernya dari luar Jawa hingga akhirnya bertugas di Pemkab Jombang.
Sejak memimpin Disnaker Jombang, Isawan berfokus pada digitalisasi layanan ketenagakerjaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran.
Ia melahirkan Platform TALENTA: sistem database ketenagakerjaan dan layanan digital terintegrasi. Platform ini memudahkan pencari kerja serta meningkatkan efisiensi layanan bagi perusahaan dan daerah.
Juga membidani Program “Jemput Kerja” Berkala: Berbeda dengan sistem konvensional yang diadakan setahun sekali, di bawah kepemimpinannya Job Fair dikemas melalui program “Jemput Kerja” secara berkala setiap 3 bulan (per kuartal).
Sepanjang tahun 2026, program ini sukses dilaksanakan hingga beberapa tahapan (Batch I, II, dan III) dengan menggandeng belasan perusahaan multi-sektor demi memfasilitasi para alumni baru (fresh graduate).
Ternasuk program Peningkatan Kompetensi (Hard & Soft Skill):
Menerapkan 4 langkah strategis ketenagakerjaan yang meliputi pemetaan kualifikasi sesuai kebutuhan industri, penguatan pelatihan keterampilan, serta kolaborasi erat bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK.
Pada tahun 2025, fondasi pelayanan ketenagakerjaan sudah terbentuk, namun masih ada celah yang harus ditutup:
Indikator Capaian 2025
* Tingkat Pengangguran Terbuka: 3,28%
* Pencari Kerja yang Ditempatkan: 4.236 orang terdiri dari 913 (Penempatan Job Fair), 33 (Penempatan Pelatihan CPMI), 2.081 (Penempatan BKK), 683 (PMI Berangkat), 121 (Penempatan Rekruitmen), 1KK (Pemberangkatan Transmigrasi), 387 (Penempatan Pelatihan Berbasis Kompetensi), 17 (Pemagangan Dalam Negeri)
* Peserta pelatihan 504 orang
* Lulusan Pelatihan Keterampilan 499 orang dengan jumlah penempatan 388 orang
* Kesesuaian Kompetensi & Lowongan 30,63%
* Perusahaan yang Diawasi Kepatuhannya 0 perusahaan: Untuk data pengawasan menjadi wewenang pegawai pengawas ketenagakerjaan Prov. Jawa Timur.
Sesuai dengan tupoksi Dinas Tenaga Kerja adalah terkait kepatuhan terhadap syarat kerja, salah satunya adalah pemenuhan dan pelayanan Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP), Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagai wujud kepatuhan perusahaan dalam menjalankan usahanya
* Dinas Tenaga Kerja menangani penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI) antara perusahaan dengan pekerja/serikat pekerja dan pada tahun 2025 jumlah perselisihan yang ditangani sebanyak 15 perkara.
* Peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan: 84.236 orang kategori Penerima Upah (PU) sesuai data dari BPJS Ketenagakerjaan.
Kondisi ini menunjukkan kinerja yang berjalan, namun penyerapan tenaga kerja, keterampilan, dan kepatuhan perusahaan masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
⬢ Penghasilan meningkat: Keterampilan yang ditingkatkan memungkinkan tenaga kerja diterima di posisi dengan upah lebih layak
– ⬢ Hubungan kerja makin harmonis: Penurunan sengketa kerja menandakan pengusaha dan pekerja saling memahami hak dan kewajiban
⬢ Perlindungan makin merata: Puluhan ribu pekerja kini terlindungi jaminan sosial — tidak cemas jika sakit, kecelakaan, atau memasuki masa pensiun
⬢ Kesejahteraan keluarga bertambah: Pekerjaan yang layak menjadi fondasi kestabilan ekonomi rumah tangga di seluruh pelosok Jombang.
Perbandingan tahun 2025 dan 2026 menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang telah berhasil mempercepat langkahnya.
Pengangguran turun, penempatan kerja naik hampir setengahnya, pelatihan melonjak hampir dua kali lipat, dan perlindungan pekerja makin luas.
Ini bukan sekadar angka statistik — ini berarti lebih banyak warga Jombang berdiri di atas kaki sendiri, berkontribusi, dan menafkahi keluarga dengan bermartabat.
Tantangan ke depan adalah menjaga laju ini, memastikan kesempatan kerja merata ke seluruh kecamatan, serta terus memperbaiki kualitas dan perlindungan kerja agar setiap warga Jombang yang bekerja mendapat penghormatan yang layak.
Kemajuan ini adalah kemajuan nyata bagi seluruh masyarakat Jombang.**











