Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Sektor konstruksi dan properti di Jawa Timur kembali menghadapi tantangan penyesuaian biaya produksi. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per akhir September 2026, harga komoditas bahan bangunan utama, khususnya semen dan besi beton, kembali menunjukkan tren kenaikan.
Pantauan di sejumlah pasar material dan distributor utama di Jawa Timur mencatat bahwa harga semen mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp500 hingga Rp1.200 per zak, tergantung pada merek dan ukurannya (40 kg dan 50 kg). Sementara itu, besi beton ukuran standar 10 mm mengalami kenaikan bervariasi antara Rp1.500 hingga Rp3.000 per batang.
Kenaikan di bulan September ini melanjutkan tren pergerakan harga yang sudah mulai memanas sejak bulan lalu. Pada Agustus 2026, harga semen di tingkat pengecer sebenarnya sempat berada di posisi yang relatif stabil sebelum akhirnya merangkak naik perlahan di minggu terakhir akibat penyesuaian biaya logistik dan distribusi luar kota.
Berbeda dengan semen, harga besi beton pada bulan lalu justru sempat mengalami fluktuasi tajam akibat dinamika harga bahan baku baja di pasar global, sebelum akhirnya menetap di kurva menanjak pada bulan ini.
Para pelaku usaha jasa konstruksi dan toko bangunan menyebutkan bahwa akumulasi kenaikan dari bulan lalu hingga hari ini mulai menekan margin keuntungan proyek-proyek skala kecil dan menengah. Jika tren kenaikan ini terus berlanjut hingga kuartal akhir tahun, para pengembang diprediksi akan melakukan penyesuaian terhadap rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan fisik ke depan.***











