Menu

Mode Gelap

Nasional

Arahan Presiden, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Naik

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar subsidi tidak akan naik. Hal ini ditegaskan usai harga BBM nonsubsidi Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kebijakan untuk tidak menaikkan harga Pertalite dan Solar merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli dan melindungi masyarakat kecil.

“Karena itu presiden memerintahkan agar harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dijamin tidak naik, demi melindungi kelompok rentan, melindungi daya beli masyarakat kecil, serta menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya saat dihubungi detikcom, ditulis Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Anggia menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax sejak kemarin tidak lepas dari gejolak kondisi geopolitik global yang membuat harga minyak dunia bergerak sangat fluktuatif.

“Dan ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap harga BBM di tanah air. Terutama untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax salah satunya, dan BBM nonsubsidi ini, penyesuaian harganya mengikuti mekanisme pasar, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Anggia mengungkapkan bahwa dalam penetapan harga tersebut terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi harga keekonomian BBM, mulai dari harga produk BBM di pasar internasional, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga biaya distribusi, penyimpanan, dan perpajakan.

“Karena itu penyesuaian harga BBM NON subsidi, cepat atau lambat, tidak terhindarkan,” ujarnya.

Anggia mengatakan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Indonesia, negara tetangga di kawasan Asia Tenggara menurutnya lebih dulu menaikkan harga. Bahkan kenaikan harganya lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

“Yang harus kita pahami bersama, seperti yang kita tahu juga di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, kenaikan harga BBM sejenis sudah lebih dulu terjadi, dan jauh lebih tinggi dari harga BBM sejenis di tanah air,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sempat Diadang Petugas, Sidak Tim Ombudsman Temukan ‘Hotel Mewah’ di LP Cibinong

24 September 2026 - 15:41 WIB

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Gratis dari TK Hingga Kuliah untuk Sekolah Negeri

23 September 2026 - 20:47 WIB

Hakim Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman, Oknum Polisi Pembunuh Iparnya Mahasiswi UMM

23 September 2026 - 15:48 WIB

Sinergi LSM-Dinas PU: Kawal Proyek Jalan Bluru Ditarget Bermutu Tinggi dan Tepat Waktu

23 September 2026 - 10:33 WIB

Trending di Nasional