Penulis: Tanasyafira L. Tirani | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam menyusul laporan meninggalnya seorang warga saat hendak melahirkan.
Peristiwa tragis itu terjadi karena jarak rumah sakit terdekat yang terlalu jauh dari tempat tinggal, sehingga penanganan medis tertunda, dalam pernyataan Rabu, 10 Juni 2026, di Jakarta.
Menanggapi hal ini, Presiden menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk melakukan pembenahan besar‑besaran infrastruktur kesehatan nasional dalam tiga tahun ke depan.
“Tidak ada lagi nyawa yang hilang hanya karena keterbatasan fasilitas dan jarak tempuh,” tegasnya.
Pemerintah secara resmi menargetkan rehabilitasi dan peningkatan 400 rumah sakit pemerintah serta 10.000 puskesmas yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
Program ini meliputi perbaikan gedung, pengadaan peralatan medis standar, penambahan tempat tidur, hingga penyediaan fasilitas persalinan dan gawat darurat yang layak.
Secara terpisah, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan menyusun prakiraan anggaran sebesar Rp25–36 triliun untuk membiayai program tersebut.
Dana bersumber dari hasil penyelamatan aset negara, penerimaan denda pelanggaran, serta anggaran rutin yang dialokasikan secara bertahap selama tiga tahun.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan mempercepat pemerataan tenaga medis, memperbaiki sistem rujukan antar fasilitas, serta menambah armada ambulans dan layanan kesehatan darurat di daerah terpencil.
Pembenahan ini diharapkan dapat memangkas kesenjangan layanan antara kota dan desa, sehingga setiap warga dapat memperoleh pertolongan dengan cepat dan layak.**











