Menu

Mode Gelap

Nasional

Tenda dan Pelaminan Mei Winda dan Dimas Berantakan, Akibat Sapi Korban Kaget Dentuman Sound System

badge-check


					Tenda dan Pelaminan Mei Winda dan Dimas Berantakan, Akibat Sapi Korban Kaget Dentuman Sound System Perbesar

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

PURWOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Acara bahagia tiba-tiba berubah jadi bencana, ketika seekor sapi kurban mengamuk, merusak tenda dan pelaminan pasangan pengantin Mei Winda, 22, dan Dimas, 25.

Kecauan tak terduga ini terjadi pada Selasa malam, 26 Mei 2026. Di Desa Karangasem, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Purwokerto (Banyumas), Jawa Tengah.

Tenda dan pelaminan yang sudah dihias megah berantakan tak bersisa, ulah seekor sapi kurban yang tiba-tiba mengamuk dan menerobos masuk ke area persiapan tenda hajatan.

Kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WIB, saat warga dan panitia sibuk merapikan hiasan bunga dan perlengkapan pesta.

Tak jauh dari lokasi, di halaman rumah tetangga, beberapa ekor sapi kurban sedang diikat menunggu hari penyembelihan.

Diduga kaget mendengar suara bising dentuman musik, serta mencium bau asap pembakaran sampah di sekitar, seekor sapi jantan berukuran besar tiba-tiba memberontak hebat hingga tali pengikatnya putus.

Hewan itu berlari tak tentu arah dan langsung menabrak pintu samping tenda resepsi, menghancurkan segalanya yang dilewati.

Dalam rekaman video yang diunggah Mei di akunnya @meiwinda75 dan viral di media sosial, terlihat jelas sapi itu mondar-mandir di tengah pelaminan, menyeruduk rangka hiasan, menjatuhkan meja prasmanan, dan merobek kain penutup atap.

Hiasan bunga plastik dan asli berserakan di lantai karpet merah, sementara kursi-kursi tamu terbalik berantakan.

Warga yang ada di lokasi sempat panik dan lari menyelamatkan diri, sebelum akhirnya beramai-ramai berusaha menenangkan dan mengikat kembali hewan tersebut agar tidak merusak lebih banyak barang.

Menangis terisak saat ditemui, Mei Winda mengaku hampir putus asa melihat hasil kerja keras berhari-hari hancur sekejap.

“Kami sudah persiapkan ini berminggu-minggu, hiasan, makanan, semuanya sudah siap. Tiba-tiba ada suara gaduh, pas keluar tenda sudah berantakan begini. Rasanya sedih sekali, rasanya ingin menyerah saja,” ujar Mei sambil menunjuk puing-puing hiasan yang belum dibersihkan.

Namun, di tengah kesedihannya, ia berusaha tegar dan menganggap ini sebagai ujian awal rumah tangga.

“Tapi saya dan keluarga menganggap ini ujian sebelum halal. Kami bersyukur tidak ada yang luka, harta bisa dicari lagi,” tambahnya sambil tersenyum tipis.

Kondisi dekorasi rusak parah, pelaminan patah, dan perlengkapan pesta tak bisa dipakai lagi. Namun keluarga memutuskan acara tetap dilanjutkan tidak dipindahkan. Tetap di lokasi yang sama meski harus dirapikan ulang secara sederhana.

“Akad dan resepsi tetap Kamis pagi ini. Warga bantu bersihkan semalam sampai subuh, diatur ulang seadanya. Bahagia itu bukan soal megah hiasan, tapi niat suci kami,” tegas Mei.

Kata Pak RT
Ketua RT setempat, Suyanto (54), membenarkan kejadian tersebut dan memuji ketabahan keluarga Mei.

“Saya kaget sekali mendengar teriakan warga, lari ke lokasi ternyata sapi itu sudah ada di tengah pelaminan. Untungnya tidak ada korban jiwa atau luka, hanya kerusakan hiasan dan tenda. Keluarga pengantin sangat sabar, mereka malah bilang ini rezeki agar semakin erat persaudaraan warga saat membersihkan dan merakit ulang,” jelas Suyanto.

Hal senada disampaikan Ketua RW, H. Karim (61), yang menyebutkan bahwa ini kejadian langka dan tak terduga.

“Biasanya hewan kurban jinak, tapi malam itu mungkin ada hal yang membuatnya kaget. Kami dan warga langsung turun tangan membantu membereskan kembali. Dalam waktu 4 jam, tenda sudah rapi kembali meski hiasan tidak semegah awal, tapi maknanya jauh lebih dalam,” ujarnya.

Bripka Arif dari Pos Polisi Baturaden yang turun ke lokasi memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini.

“Ini murni kecelakaan tak terduga, hewan lepas karena kaget. Kami hanya mengamankan situasi agar tidak ada keributan dan memastikan sapi sudah dikembalikan ke pemiliknya dengan aman. Acara tetap jalan, itu yang paling penting,” terangnya.

Kini, kisah Mei dan Dimas menjadi perbincangan hangat warga maya, banyak yang berkomentar menyebut mereka pasangan beruntung yang sudah diuji sejak awal.

“Meski pelaminan sempat runtuh, cinta dan semangat mereka tetap utuh. Ini membuktikan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari kemegahan dekorasi, tapi dari ketabahan hati menghadapi segala kejadian tak terduga.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Demi NKRI, Direktur RSKKA Dr Agus Harianto Mendorong Iluni Miliki RS Kapal

7 September 2026 - 11:48 WIB

Dipelopiri Elie Habib dari Lebanon: Gerakan AI Global Kembalikan Kekuasaan ke Rajyat!

7 September 2026 - 10:53 WIB

Indonesia Panen Erupsi: Krakatau dan Semeru Meletus Bareng

6 September 2026 - 19:21 WIB

Demi Keamanan Garuda Libur Sampai Senin

6 September 2026 - 19:05 WIB

Horo Lontarkan Makian: TNI Bajingan! Aksi Blokade Jalur Pasokan Material ke PSN IPIP Kolaka

6 September 2026 - 18:47 WIB

Anak Krakatau Erupsi Semburkan Lava Pijar 15 Km: GetaranTerasa di Jabar, Banten dan Lampung

6 September 2026 - 07:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

6 September 2026 - 07:03 WIB

Trending di Nasional