Menu

Mode Gelap

Headline

Prabowo Minta Rakyat Awasi Aparat Nakal, Jangan Dilawan Cukup Videokan Kirim ke Presiden

badge-check


					Presiden Prabowo Perbesar

Presiden Prabowo

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Begitu banyak pesan penting dan menarik pidato  Presiden Prabowo Subianto bagi bangsa pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Selasa, 20 Mei 2026.

Saat itu presiden  menyampaikan pandangan umum Kerangka Ekonomi Makro di Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan dan imbauan yang sangat penting dan langsung ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kepala Negara meminta masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya pemerintahan dan kinerja aparatur negara, khususnya anggota TNI dan Polri.

Namun ada pesan kunci yang ditekankan: jika warga menemukan atau mengetahui ada oknum aparat yang berbuat salah, melanggar aturan, atau bertindak sewenang-wenang, jangan dilawan secara fisik, cukup direkam kejadiannya, lalu lapor langsung kepada beliau.

“Saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia: kalau Bapak/Ibu melihat, bertemu, atau mengalami perlakuan salah, pelanggaran, atau ada oknum TNI dan Polri yang berbuat semena-mena, jangan dilawan,” Kata Presuden.

“Tidak perlu beradu kekuatan, tidak perlu bertengkar. Tapi tolong, ambil ponsel Anda, rekam kejadiannya, buktikan apa yang dilakukan, lalu kirim dan laporkan langsung ke saya. Saya yang akan tangani,” tegas Prabowo di hadapan seluruh anggota dewan dan jajaran kabinet.

Menurut Presiden, perintah ini diberikan agar pengawasan berjalan aman, tertib, dan bukti yang didapatkan sah serta jelas.

Presiden ingin memastikan bahwa setiap laporan mengenai penyimpangan aparat akan ditangani langsung oleh pimpinan tertinggi negara, agar penindakan tegas dan adil bisa segera dilakukan tanpa berbelit-belit.

“Ini cara kita bersihkan barisan kita. Saya butuh bantuan rakyat untuk mengawasi kami. Tapi caranya harus aman, cerdas, dan beradab. Rekam saja, simpan buktinya, serahkan ke saya. Saya jamin, siapa pun yang bersalah, siapa pun yang nakal, akan saya tindak tegas, tidak pandang bulu,” tambah beliau.

Berikut adalah hal-hal menarik dan poin penting yang bisa diambil dari pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto tersebut:

Pengawasan Mudah dan Aman

  •  Mengubah Cara Mengawasi: Aman & Cerdas. Inti pesannya sangat menarik: mengajak masyarakat mengawasi bukan dengan cara konfrontasi atau melawan kekuatan fisik aparat, melainkan lewat bukti rekaman. Ini cara cerdas agar warga aman, tidak celaka, tapi aparat tetap diawasi ketat. Prinsipnya: “Buktikan, Jangan Lawan”.
  • Jaminan Penanganan Langsung oleh Presiden: Laporan tidak akan berhenti di tengah jalan atau dipegang birokrasi biasa. Presiden berjanji akan menangani sendiri laporan-laporan tersebut. Ini sinyal kuat bahwa pembenahan institusi TNI dan Polri adalah prioritas utama, dan beliau bertanggung jawab penuh atas kebersihan anggotanya.
  • Posisi Rakyat Sebagai Mitra Pengawasan: Presiden menempatkan rakyat bukan sekadar sebagai objek pelayanan, tapi mitra penting dalam menjaga disiplin dan integritas aparatur negara. Kepercayaan besar diberikan bahwa mata dan telinga rakyat adalah pengawas paling jujur dan luas jangkauannya.
  • Tegas tapi Melindungi Kedua Belah Pihak. Pesan ini punya dua makna: Bagi rakyat: Dilindungi agar aman saat melapor, tidak perlu takut.Bagi aparat: Diberi peringatan keras bahwa kini ada “mata rakyat” yang selalu siap merekam dan melapor. Tidak ada lagi tempat bersembunyi bagi perilaku buruk.
  • Penegasan “Tidak Pandang Bulu: Pesan ini menegaskan prinsip hukum dan aturan yang sama rata. Siapa pun, berapa pun pangkatnya, kalau terbukti salah lewat bukti rekaman yang dikirimkan rakyat, pasti ditindak. Ini pesan bahwa kewibawaan institusi justru dibangun dari kebersihannya, bukan dari penutupan kesalahan.
  • Transformasi Budaya Birokrasi & Keamanan: Langkah ini menandai perubahan besar: aparat harus sadar bahwa setiap tindakan mereka bisa terekam dan diketahui pimpinan tertinggi negara. Ini mendorong budaya kerja yang lebih santun, benar, dan melayani, bukan berkuasa sewenang-wenang.

Presiden menutup pidatonya dengan harapan, langkah ini akan membuat institusi pertahanan dan keamanan semakin dicintai rakyat, bersih, dan menjadi pelindung sejati masyarakat, sesuai semangat Kebangkitan Nasional yang mengutamakan persatuan dan pelayanan.**

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kejari Menahan 6 Pejabat BPN/ ATR Serang, Diduga Gratifikasi Pembuatan Sertipikat Ilegal

22 Mei 2026 - 14:19 WIB

H Muchtar: Hanya Sekejab Puluhan Juta Amblas, Kebakaran Ruko Penjual Oleholeh Haji di Mojoagung

21 Mei 2026 - 23:37 WIB

Prof Dr Muhadjir Effendy Didampingi Anwar Hudiono Blusukan di Pemukiman Haji Jatim di Makkah

21 Mei 2026 - 20:33 WIB

Road Test 50 Ribu Km Rampung, B50 Tetap Berlaku 1 Juli

21 Mei 2026 - 20:26 WIB

KNKT Ungkap Anomali Sinyal Penyebab Tabrakan KA di Bekasi

21 Mei 2026 - 20:08 WIB

Pemerintah Impor 100.000 Tabung Gas CNG dari China untuk Gantikan Elpiji 3 Kg

21 Mei 2026 - 13:11 WIB

Rp478 Triliun Hanya Dinikmati 1.850 Pengusaha Besar, Presiden Imbau Bank Himbara Bertindak Adil

21 Mei 2026 - 12:57 WIB

Dewan Jombang untuk Pertama Kali Kunjungan Kerja ke Titik Nol Ploso, Kelahiran Bung Karno

21 Mei 2026 - 11:46 WIB

62 Persen Gedung Kantor Tanjung Selor Jadi Arang, Bupati: Ini Kebakaran Besar

21 Mei 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline