Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Muncul Ormas Yakusa Meneges di Kediri, Didirikan Gus Thuba Cucu Kiai Kharismatik Gus Mi

badge-check


					Suasananya bisa bikin hati keder. Hampir semua tamu termasuk tuan rumah Gus Thuba, melaksanakan hajatan deklarasi berdirinya ormas bernama Yakusa Meneges, Sabtu malam 9 Mei 2026, di Bukit Daun & Resort, Kediri. Foto: ist Perbesar

Suasananya bisa bikin hati keder. Hampir semua tamu termasuk tuan rumah Gus Thuba, melaksanakan hajatan deklarasi berdirinya ormas bernama Yakusa Meneges, Sabtu malam 9 Mei 2026, di Bukit Daun & Resort, Kediri. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.CON, KEDIRI— Seram,  Yakusa muncul di Kediri, Jawa Timur. Sabtu malam, 9 Mei 2026 di Bukit Daun Hotel & Resort, Kota Kediri.

Suasana acara itu tampak sakral namun mendebarkan. Tamunya hampir semua mengenakan pakaian serba hitam.

Ternyata memang bukan pertemuan biasa—ini momen bersejarah: Gus Thuba bin Abdul Mu’thi, cucu kandung ulama kharismatik Gus Mi (KH Hamim Djazuli), secara resmi mendeklarasikan Organisasi Masyarakat Yakusa Meneges.

Acara berlangsung tepat seusai salat Isya, di hadapan ratusan tokoh agama, pejabat daerah, aparat kepolisian, dan pemuda lintas wilayah.

Sekali dengar nama “Yakusa”, banyak langsung terbayang geng kriminal Jepang. Tapi Gus Thuba, dengan sorot mata tegas dan nada tenang khas keturunan pesantren, segera meluruskan makna aslinya .

“Yaqutul Ukhuwah, Sholahun wa ‘Ibadah—itulah kepanjangan sejatinya. Artinya: Permata Persaudaraan, Kunci Kesalehan dan Pengabdian itulahb singkat ‘Yakusa’. Sedangkan ‘Meneges’ adalah identitas tanah leluhur kami, bukan lambang kekerasan apalagi kejahatan,” tegasnya memecah keheningan malam .

Lahir dari warisan ajaran Gus Mi yang dikenal tegas, namun sangat merangkul siapa pun yang ingin berubah, organisasi ini hadir sebagai wadah transformasi.

Gus Thuba menjelaskan: ini tempat bagi mereka yang dulu tersesat, pernah terjerumus kenakalan atau kemaksiatan, untuk kembali ke jalan lurus, jadi “prajurit kebaikan” yang membela lemah dan menegakkan keadilan .

Dalam pidatonya, ia bacakan semangat inti: “Dulu Yakusa identik ujungnya nista, kini kami ubah maknanya jadi zuhud abadi. Kami bukan lawan negara—kami mitra aparat, tangan kanan masyarakat untuk berantas ketidakadilan, termasuk jika ada oknum pejabat atau tokoh agama yang melenceng” . Kata pria itu mengenakan semi jas warna hitam, sewarna dengan dress code malam itu.

Pj Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyambut hangat: “Ini kelanjutan perjuangan Gus Mi yang tak pernah menutup pintu pertobatan bagi siapa pun. Semoga jadi cahaya, bukan bara”.

Dihadiri Kapolres Kediri, deklarasi ditutup dengan janji setia seluruh anggota: setia pada Tuhan, jaga damai, lindungi warga, dan taat hukum.

Malam itu, Yakusa Meneges berdiri kokoh di Kediri—sebuah bukti: tak ada jalan yang tertutup bagi perubahan, dan kekuatan sejati selalu lahir dari ketulusan hati melindungi sesama. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Kemenhub Mudik Gratis Nataru Simak Penjelasannya

27 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Ramai Soal Ekspor Gas, Menlu Singapura ke Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II 2026, Resmi Dibuka

27 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Wanita Polantas Korban Tabrak Lari, Saat Bertugas Operasi Penertiban di Alunalun Lumajang

27 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Wiko Diaz: Hujan di Jombang, Akibat Rekayasa untuk Atasi Karhutla Pemprov Jatim

27 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Polisi Ringkus Dwi Bagus Sembunyi di Mejoyolosari Gudo, Terduga Mutilasi Istri Siri dan Anaknya

27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Eksekutif- Legislatif Guyub Santai Saksikan de’Massiv, dalam Penutan Peringatan Hari Jadi 116 Jombang

27 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (73): Meredup, Klan Melahirkan Sikap Sombong

27 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Dahnil Anzar: Dua Putra Gus Irfan Ajukan Surat Mundur dari Jabatan Staf Ahli Kemenhaj-Umrah

27 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Trending di Nasional