Menu

Mode Gelap

Nasional

Inovasi Pelajar Bojonegoro, Temukan Potensi Bonggol Pisang sebagai Antikanker

badge-check


					Dua siswa Bojonegoro Perbesar

Dua siswa Bojonegoro

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Sebuah terobosan pemanfaatan limbah bonggol pisang menjadi bahan kesehatan alternatif dilakukan oleh dua siswa SMP Negeri 1 Purwosari, Bojonegoro, Alvin Putra Pratama dan M. Ridwan Firdaus dengan penelitian berjudul “The Invisible Killer: Bio-Skrining Sitotoksisitas Musa paradisiaca sebagai Kandidat Agen Kemopreventif Alami”.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026), secara inovatif, Alvin dan Ridwan tidak hanya berhenti pada pemanfaatan bahan, tetapi juga menguji secara ilmiah kandungan aktif di dalamnya.

Bonggol pisang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol untuk menarik senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta efek sitotoksik yang mampu menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Keunggulan inovasi ini terletak pada pendekatan bio-skrining yang sederhana namun terukur. Para peneliti muda ini menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), yakni pengujian terhadap larva udang Artemia salina untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak.

Dalam metode ini, ekstrak bonggol pisang diuji dalam beberapa konsentrasi untuk melihat tingkat kematian larva sebagai indikator potensi sitotoksisitas. Semakin kecil nilai LC50 (konsentrasi yang mematikan 50 persen organisme uji), maka semakin besar potensi bahan tersebut sebagai kandidat agen antikanker.

Tidak hanya aspek kesehatan, inovasi “The Invisible Killer” juga memiliki nilai keberlanjutan lingkungan. Pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan utama merupakan bentuk upcycling limbah organik menjadi produk bernilai guna. Dengan demikian, inovasi ini memberikan dua manfaat sekaligus, yakni solusi kesehatan berbasis bahan alami serta upaya pengurangan limbah pertanian di masyarakat.

Melalui inovasi ini, Alvin dan Ridwan berharap, bonggol pisang yang selama ini dianggap “tak terlihat” dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan alternatif pencegahan penyakit yang lebih terjangkau. Inovasi ini juga diharapkan, dapat menjadi pijakan awal bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan obat berbasis bahan alam Indonesia.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional