Pejulis: Mulawarman | Efitor: Priyo Suwarno
BANJARBARU, SWARAJOMBANG.COM— Subuh yang biasa di Sungai Ulin berubah muram ketika mincul kabar kematian seorang ustadzah muda menyebar dari mulut ke mulut.
Di lingkungan yang selama ini akrab dengan aktivitas mengajar dan kehidupan sederhana, peristiwa itu meninggalkan duka yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Ustadzah HN, guru pondok pesantren asal Martapura, ditemukan tewas di lahan kosong kawasan Jalan Seledri, Sungai Ulin, pada Rabu malam, 29 April 2026.
Kondisi jasad korban yang mengalami luka membuat dugaan kekerasan menguat sejak awal, sementara sejumlah barang miliknya dilaporkan hilang.
Bagi keluarga dan kerabat, kepergian HN terasa begitu mengejutkan. Ia disebut tidak pulang dan tidak memberi kabar seperti biasanya, sehingga pencarian dilakukan ke sejumlah titik di sekitar rumah dan wilayah Sungai Ulin sebelum akhirnya korban ditemukan.
Warga sekitar juga dibuat resah oleh kabar itu. Kawasan yang dikenal tenang mendadak dipenuhi rasa curiga, terlebih setelah polisi bergerak cepat menangkap dua terduga pelaku pada Jumat, 1 Mei 2026.
Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi membenarkan penangkapan tersebut. “Alhamdulillah (pelaku) dapat, dua orang,” ujarnya, sembari menyebut identitas, motif, dan modus masih akan dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan resmi berikutnya.
Di balik penangkapan itu, masih tersisa pertanyaan yang belum terjawab: mengapa seorang pengajar yang dikenal dekat dengan santri harus kehilangan nyawa dengan cara demikian.
Polisi memang belum membuka motif secara resmi, tetapi dugaan awal mengarah pada hilangnya sejumlah barang berharga korban.
Bagi Banjarbaru, kasus ini bukan sekadar berita kriminal, maka enjadi cerita tentang rapuhnya rasa aman, tentang seorang guru yang pulang dalam sunyi.
Kronologi
- Selasa, 28 April 2026: HN disebut tidak pulang ke rumah dan tidak memberi kabar seperti biasanya saat tidak mengajar.
- Rabu, 29 April 2026 siang: pihak keluarga dan kerabat mulai mencari keberadaan korban setelah mengetahui ia tidak masuk mengajar.
- Rabu sore, 29 April 2026: pencarian diperluas ke sekitar rumah, kebun, dan perbukitan di sekitar Sungai Ulin.
- Rabu malam, 29 April 2026: jasad HN ditemukan di lahan kosong di Jalan Seledri, Sungai Ulin, Banjarbaru.
- Saat ditemukan, korban dilaporkan mengalami luka akibat kekerasan dan sejumlah barang miliknya, termasuk telepon genggam dan perhiasan, disebut hilang.
- Kamis, 30 April 2026: polisi menyampaikan temuan awal bahwa ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan kasus diduga kuat sebagai pembunuhan.
- Jumat, 1 Mei 2026: polisi menangkap dua terduga pelaku pembunuhan, dan penangkapan dilakukan tidak jauh dari lokasi kejadian.
- Informasi yang beredar menyebut para terduga pelaku tinggal di gubuk/dekat TKP sebelum menuju ke rumah korban. **











