Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US197/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun

badge-check


					Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US197/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun Perbesar

Penulis: Tanasyafira L. Tirani  |  Editor: Priyo Suwarno

 JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-   Amerika tak kuasa mengakhiri perang melawan Iran, selat Hormuz masih ditutup, menyebabkan harga minyak mentah dunia kembali menembus level US$107 per barel pada perdagangan Senin ini, 27 April 2026.

Hal ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pasokan dari OPEC+.

Lonjakan ini menjadi pukulan telak bagi negara-negara importir besar seperti Indonesia, negara-negara ASEAN, dan Jepang, yang bergantung pada impor energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dampak bagi Indonesia
Indonesia, sebagai importir bersih minyak dan gas sejak 2004, menghadapi tekanan fiskal berat.

Kenaikan harga ini diproyeksikan menambah defisit neraca perdagangan hingga Rp 150 triliun di kuartal II 2026, menurut estimasi Kementerian ESDM.

Subsidi BBM dan LPG yang mencapai Rp 500 triliun per tahun bakal membengkak, memaksa pemerintah memangkas anggaran infrastruktur atau menaikkan harga BBM non-subsidi.

Inflasi domestik berpotensi naik 1-2 poin persen, memukul daya beli masyarakat kelas menengah di Jawa Timur dan wilayah lain.

“Ini pukulan bagi industri manufaktur dan transportasi darat, di mana biaya logistik bisa melonjak 20-30%,” kata ekonom senior dari Universitas Airlangga, Dr. Budi Santoso. Rupiah diprediksi melemah ke kisaran Rp 16.500-US$, memperburuk utang luar negeri.

Beban bagi ASEAN
Wilayah ASEAN secara keseluruhan rentan karena ketergantungan impor mencapai 70% kebutuhan energi.

Singapura dan Malaysia, pusat rafinasi regional, menghadapi biaya operasional naik, sementara Filipina dan Thailand terpukul oleh subsidi energi yang membengkak.

Proyeksi ADB menunjukkan pertumbuhan ASEAN turun 0,5% menjadi 4,5% tahun ini.
Thailand, importir terbesar kedua di ASEAN, sudah menaikkan harga diesel 5% minggu lalu, memicu protes pengemudi truk.

Vietnam, yang bergantung pada impor untuk industri tekstil, berisiko kehilangan daya saing ekspor. Secara kolektif, defisit transaksi berjalan ASEAN bisa membengkak US$50 miliar.

Jepang  Paling Parah
Jepang, importir minyak terbesar dunia dengan 90% kebutuhan dari luar negeri, menghadapi krisis energi akut.

Harga tinggi ini menekan Yen ke level terlemah sejak 1990, dengan BOJ mempertimbangkan intervensi mata uang. Biaya impor tahunan bisa tembus US$200 miliar, memicu inflasi impor hingga 3%.

Industri otomotif seperti Toyota dan Honda terancam, karena biaya produksi naik dan permintaan global kendaraan listrik belum sepenuhnya menggantikan BBM.

Pemerintah Kishida berencana merilis cadangan strategis 20 juta barel, tapi analis memperingatkan efeknya sementara saja. “Ini bisa picu resesi jika harga bertahan di atas US$100,” ujar pakar energi dari Universitas Tokyo.

Lonjakan harga ini menandai babak baru ketidakpastian energi global pasca-pandemi. Para pemimpin Indonesia, ASEAN, dan Jepang dijadwalkan bahas strategi mitigasi di KTT mendatang.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Start 17 Kiandra Bikin Kejutan Juara I Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026

26 April 2026 - 21:33 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Sepeda Santai Ketupat Ontel di Desa Kedunglosari Tembelang Jombang

26 April 2026 - 19:54 WIB

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari Agar Tekan Harga

26 April 2026 - 19:33 WIB

Berstatus Siaga III, Gunung Merapi di Jateng Terus Semburkan Lava

26 April 2026 - 17:32 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri-9): Ketergantungan Massal Candu di Batavia

26 April 2026 - 17:03 WIB

Pasca Penggerebegan Little Aresha, Walikota Yogya akan Sweeping Jasa Penitipan Anak dan PAUD

26 April 2026 - 12:52 WIB

Trauma 9/11 Terulang di Gedung Putih, Saat Evakuasi Ledakan Trump Jatuh: Damn Carpet! Melania Merangkak

26 April 2026 - 11:51 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Jamuan Makan Malam Buyar, Trump dan Istri Dievakuasi saat Terdengar Letusan Senjata Api

26 April 2026 - 09:49 WIB

Trending di Headline