Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Di Balik Perang Teluk, China Kuasai Cadangan Minyak 1,4 Miliar Barel

badge-check


					Ilustrasi cadangan minyak. Foto: isy Perbesar

Ilustrasi cadangan minyak. Foto: isy

Penulis: Jacobus E. Lato  | Editor: Priyo Suwarno

CHINA, SWARAJOMBANG.COM— Di balik kegaduhan perang Iran, China diam-diam jadi penjaga cadangan minyak global terbesar: 1,4 miliar barel per akhir 2025, catat Energy Information Administration (EIA) AS.

Saat Selat Hormuz mati suri sejak Maret, stok Beijing jadi penyelamat impornya yang rakus.

Tahun lalu, China timbun 1,1 juta barel per hari, pecah jadi 360 juta barel cadangan negara dan 1 miliar barel stok kilang komersial.

Cadangan strategisnya cuma 413 juta barel Desember lalu, kini 409 juta setelah pelepasan darurat.

NDRC janji lanjutkan aksi ini. Wakil Ketua Wang Changlin: “Untuk ketahanan impor di situasi darurat,” ujarnya via Reuters. Inisiatif ini mulai sebelum bom Israel hantam 28 Februari.

Krisisnya epik. Hormuz—penyumbang 13 juta barel/hari—diblokir Iran pasca-serangan udara AS-Israel. Rabu kemarin, dua kapal tanker disita Tehran meski gencatan senjata. Rystad: normalisasi 90% baru Juli.

Fatih Birol (IEA): “Ancaman energi tersadis sejarah, dua kali krisis 1970-an.” IEA lepas 400 juta barel Maret, tapi “bukan solusi permanen.”

Beijing tegang. FGE prediksi tarik stok kilang dalam hitungan minggu, potong 1,5 juta barel/hari. Ekspor BBM dibatasi, Sinopec difokuskan domestik.

Bagaimana kondisi Inonesia? Cadangan Strategis Minyak BBM (CSM) RI baru 18 juta barel per Maret (data ESDM), cukup 10 hari saat impor terganggu.

Kementerian ESDM alokasikan tambahan subsidi Rp 50 triliun Q2 untuk stabilkan harga Pertalite naik 15% bulan ini. Pertamina impor darurat via jalur alternatif Afrika Selatan.

Birol sarankan semua negara: “Diversifikasi sumber energi, campur aduk energi, dan rute perdagangan”. Stok besar China beli waktu—tapi dengan selat masih terblokir, jam berdetak kencang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Terima 3.283 Aduan Desil

9 September 2026 - 19:12 WIB

Beras Kita Kemasan Baru untuk SPHP

8 September 2026 - 18:46 WIB

Pengenaan Pajak Minuman Berpemanis Tak Menentu

7 September 2026 - 19:56 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Selama Menjabat Purbaya Janji Tak Ada Tax Amnesty

3 September 2026 - 18:42 WIB

Harga Kosmetik Berpotensi Naik karena Sertifikasi Halal

2 September 2026 - 18:53 WIB

Honda Super One Andalan Honda Jatim di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Ketua Apindo: Pasar Domestik Dibanjiri Produk Impor

25 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Harga Emas Naik, Antam Tembus Rp2.810.000 per Gram

25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Trending di Ekonomi