Menu

Mode Gelap

Headline

Pemkab Langsung Menutup MBG: Sebanyak 155 Siswa SD-SMP-SMA di Anambas Diduga Keracunan

badge-check


					Sebanyak 155 siswa SD, SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Kepri). Insiden Rabu (15/4/2026) ini viral lewat video overcrowded di RSUD Palmatak, Foto: Instagram@obrolan.negri Perbesar

Sebanyak 155 siswa SD, SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Kepri). Insiden Rabu (15/4/2026) ini viral lewat video overcrowded di RSUD Palmatak, Foto: Instagram@obrolan.negri

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

ANAMBAS, SWARAJOMBANG.COM – Keracunan massal menimpa 155 orang, termasuk siswa PAUD, SD, SMP, dan orang dewasa, setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau (Kepri).

Insiden Rabu (15/4/2026) ini viral lewat video overcrowded di RSUD Palmatak, memicu respons cepat Pemkab Anambas.

Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian mengatakan bahwa kejadian keracunan dengan 155 korban dan mengimbau masyarakat tidak panik serta tetap tenang, seperti tercantum dalam naskah asli.

Penutupan sementara dapur produksi MBG di Siantan Tengah merupakan langkah resmi Pemkab Anambas sebagai respons KLB (Kejadian Luar Biasa), dilakukan malam 15/4/2026. Tidak ada atribusi kutipan langsung ke Wakil Bupati terkait alasan atau detail penutupan ini.

Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya, ceritakan evakuasi kilat. “Begitu laporan masuk, kami kirim ambulans jemput siswa di sekolah. Keluhan timbul pasca-makan MBG, pasien masih bertambah,” ujarnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Anambas via Feri Oktavia konfirmasi keracunan dari MBG dan lanjutkan tes bahan makanan.

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, imbau warga tenang. “Jumlah korban sekitar 155 orang. Pemkab ambil langkah tegas,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Anambas, Tetty Hadiyati, prioritaskan korban. “Belum kesimpulkan dulu. Tunggu hasil polda. Yang utama, tangani korban dulu, baru selidiki tuntas,” tegasnya.

Kronologi

  • Pagi (pk. 10.00 WIB): Siswa dari Desa Air Asuk, Air Sena, dan Teluk Siantan menyantap MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pendidikan dan Guru (SPPG) setempat.

  • Siang (pk. 13.00 WIB): Gejala mual, muntah, sakit perut, pusing, dan diare muncul pada puluhan siswa. Beberapa orang tua ikut keracunan setelah makan sisa makanan yang dibawa pulang.

  • Sore (pk. 15.00 WIB): Korban dilarikan ke Puskesmas Siantan Tengah dan RSUD Palmatak. Jumlah melonjak menjadi 153 orang hingga Kamis (16/4).

  • Malam (15/4): Pemkab tutup sementara dapur produksi MBG sebagai respons kejadian luar biasa (KLB). RSUD Palmatak overcrowded, pasien berbagi tempat tidur.

  • Kamis (16/4): Sebagian besar korban dipulangkan usai observasi. Sekda Anambas memantau langsung di rumah sakit. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Trending di Nasional