Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Incinerator Rp 226 Miliar Mangkrak 25 Tahun, Jadi Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

badge-check


					Cak Ji panggilan akrab wakil walikota Surabaya Armuji saat melakukan sidak ke lokasi instalasi incinerator (pembakar) sampah di Keputih, Sukolilo. Bangunan itu sekarang hancur-hancuran, mesinya pecah, bangunannya rusak berat. Foto: instagram@cakj1 Perbesar

Cak Ji panggilan akrab wakil walikota Surabaya Armuji saat melakukan sidak ke lokasi instalasi incinerator (pembakar) sampah di Keputih, Sukolilo. Bangunan itu sekarang hancur-hancuran, mesinya pecah, bangunannya rusak berat. Foto: instagram@cakj1

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM – Bayangkan investasi raksasa US$13 juta (Rp226 miliar) untuk incinerator sampah canggih di Keputih, Sukolilo, yang digagas mendiang Wali Kota Poernomo Kasidi tahun 1989.

Kini, 37 tahun kemudian, bangunan itu jadi gudang hantu berkarat, dipenuhi debu tebal dan sampah busuk sejak 2001—sambil meninggalkan utang Rp104 miliar yang menggantung di leher Pemkot Surabaya.

Wakil Wali Kota Armuji (Cak Ji) langsung sidak ke lokasi pada 13-14 April 2026, mengonfirmasi kondisi: “Sangar kon, rek—25 taun mangkrak, keropos, kabel buyar kabeh!” Mesin pembakar impor Prancis rusak parah, area ditumbuhi semak belukar dan sarang laba-laba.

“Sudah puluhan tahun gak iso digawe. Risiko banget,” tegas Armuji, yang menilai fasilitas ini tak layak operasional lagi.

Sidak ini krusial di tengah polemik putusan Mahkamah Agung yang mewajibkan Pemkot bayar ganti rugi Rp104,2 miliar ke PT Unicomindo Perdana—perusahaan mitra BOT (build-operate-transfer). Pembayaran ditahan DPRD Surabaya karena khawatir kerugian negara, apalagi asetnya kini nol nilai.

Kronologi

  • 1989-1991: Awal Megah
    Pemkot Surabaya gandeng PT Unicomindo bangun incinerator di TPA Keputih, Sukolilo, skema BOT di bawah Wali Kota Poernomo Kasidi. Investasi US$13 juta, teknologi Prancis.

  • 1991-1998: Operasional Terganggu
    Sempat jalan beberapa tahun bakar sampah kota, tapi bermasalah teknis, manajemen, dan bayar—operasi tak stabil.

  • 1998-2001: Mulai Mangkrak
    Berhenti total pasca-1998. Sampah sisa pembakaran dibiarkan membusuk hingga 2001, gudang ditinggal kosong.

  • 2000-an-2010-an: Gugatan Berlarut
    Pemkot stop bayar sejak termin 13, Unicomindo gugat ke pengadilan hingga PK di MA. Pemkot kalah, dihukum bayar Rp104 miliar (inkracht).

  • 2017-Sekarang: Simbol Gagal
    Bangunan utuh sebagai “sejarah” TPA, tapi mesin rusak total. Sidak Armuji 2026 jadi amunisi Pemkot nego tagihan di Komisi B DPRD.

Armuji tekankan, kondisi lapangan jadi bukti kuat: bayar utang tanpa aset jelas berisiko negara rugi besar. DPRD minta hati-hati, tagihan ke Pemkot ditolak mentah-mentah seperti era dulu. Kasus ini jadi pelajaran pahit pengelolaan proyek sampah Surabaya—dari janji maju jadi beban abadi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gara-gara Perang Harga Obat RI Bisa Naik

20 April 2026 - 20:52 WIB

Kejati Jabar Menahan Oknum Jaksa Kejati Banten, Ivan Rinaldi Terlibat Penjualan Bukti Aset KSP Pandawa

20 April 2026 - 14:38 WIB

TNI-Polri Jombang Kompak Berantas Judi Sambung Ayam

20 April 2026 - 14:06 WIB

Kasus Hukum Jalan Terus, Inge Marita Duduk Simpuh Mohon Maaf kepada Lutviana

20 April 2026 - 12:57 WIB

Hadapi Aksi 214, Rudi Mas’ud Bangun Pagar Berduri 4 M dan 1.700 Personel Pengaman

20 April 2026 - 11:57 WIB

Poster digital ini diubggah akun Instagram@lambe_kaltim. Foto: instagran@lambe_kaltim

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Diduga Keracunan Makanan MBG, 49 Santri Al Inayah Cilegon Dirawat di Rumah Sakit

19 April 2026 - 23:00 WIB

PT JFC Gugat Nany Widjaja Rp21,4 M, karena Gagal Bangun Realestat di Jombang

19 April 2026 - 21:31 WIB

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Sadsuitubun, Polisi Ringkus 2 Tersangka

19 April 2026 - 20:20 WIB

Trending di Headline