Penulis : Arief H. Soesatyo | Redaktur: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Serbanyak 6.500 guru TPQ dari 1.816 lembaga bedatangan ke kantort Pemkab Jombang, selama dua hari berturut-turut Selasa-Rabu, 14-15 April 2026.
Acara silaturahim sekaligus sosialisasi insentif tahunan ini, diadakan dalam enam sesi padat, menjadi panggung apresiasi Pemkab Jombang atas dedikasi untuk menerima insnetif Rp1 juta/ orang dari pemkab Jombang.
Mereka bukan sekedar hadirin biasa, melainkan pilar tak tergantikan yang setiap hari menorehkan ayat-ayat Al-Qur’an di hati anak-anak usia dini.
Mewakili Bupati Warsubi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jombang, Drs. Purwanto MKP, membuka hari acara poenyerahan insentif itu.
Ia didampingi Kabag Kesra Drs. Supriadi serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jombang, Ibrahim Hadi Wibowo. Kehadiran serupa melengkapi hari kedua, memastikan setiap sesi berjalan khidmat.
Dalam Berbagainya yang penuh makna, Purwanto menyampaikan pesan Bupati: TPQ adalah pilar moral bangsa. “Pendidikan Al-Qur’an menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, memberantas buta aksara Al-Qur’an, dan mendekatkan anak-anak pada kitab suci,” tegasnya.
Ia menekankan, “Jasa Bapak/Ibu guru tak ternilai materi. Insentif Rp1 juta ini hanyalah penyemangat, meski belum sebanding dengan waktu, tenaga, dan keikhlasan kalian.”
Purwanto menutupnya dengan doa: “Semoga lelah menjadi lillah fi Allah SWT, dan kebaikan ini jadi cahaya di akhirat.”
Kabag Kesra Drs. Supriadi melengkapi penjelasan teknis. Insentif ini bertujuan untuk mengatur administrasi bagi guru di 1.816 lembaga TPQ.
“Kegiatan ini mendorong semangat pembinaan santri, menjaga pendidikan agama sebagai penyaring moral anak Jombang, serta menyinkronkan data untuk program kesejahteraan ke depan,” ujarnya.
Ia berharap sinergi guru ngaji dan Pemkab semakin erat, demi masyarakat yang religius dan berdaya.
Acara puncak emosional: BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada masing-masing tiga ahli waris guru TPQ.
Momen ini tak hanya menyentuh hati, tapi juga memperkuat komitmen perlindungan sosial bagi para pengajar keagamaan yang sering bekerja di balik layar.
Dibalik insentif dan santunan, kisah para guru TPQ Jombang menggambarkan perjuangan tak kasat mata: dari mendidik hafalan hingga membentuk akhlak di tengah tantangan modern.
Pemkab Jombang membuktikan, investasi pada pendidikan agama bukan sekedar anggaran, tapi fondasi bangsa yang lebih bermoral. **











