Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Diduga akibat obat nyamuk, terjadi kebakaran di sebuah gedek (anyaman bambau) di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Insiden kobaran api Sabtu malam, 4 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, menyebabkan seorang perempuan usia 52 tahun penderita stroke tak mampu menyelamatkan diri, tewas terbakar..
Rumah sederhana berdinding gedek milik Markonah (52) diterkam si jago merah, menewaskan sang pemilik yang sudah lemah lumpuh akibat stroke. Di tengah asap pekat dan jeritan warga, kisah ini mengingatkan betapa rapuhnya nyawa di balik dinding rapuh rumah tradisional.
Rumah mungil itu sehari-hari jadi tempat tinggal tiga orang: Markonah, ibunya Kasiatun atau Siatun (sekitar 73-75 tahun), dan putranya FA (14).
Kepala Dusun Sidokalang, Riska, mengenang Markonah sebagai ibu pekerja keras yang kini terbaring lemah.
“Dia stroke sudah lama, badannya tak kuat lagi bergerak cepat,” cerita Riska dengan suara bergetar. Saat api membesar, Siatun dan FA berhasil kabur, tapi Markonah terjebak di dalam, tak mampu menyelamatkan diri.
Warga berjuang mati-matian. Mereka berlarian dengan ember air dan peralatan seadanya, berusaha meredam amarah api yang rakus melahap dinding gedek. “Api nyebar cepat banget, seperti kilat,” ujar Riska.
Baru tiba, tim Pemadam Kebakaran dari BPBD Kabupaten Mojokerto mengerahkan beberapa unit mobil. Sayang, saat api padam, rumah sudah tinggal abu. Petugas evakuasi jenazah Markonah yang hangus, langsung dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto untuk visum.
Polisi dari Polres Mojokerto dan Polsek Jetis kini menggelar penyelidikan. Tim penyidik olah TKP, periksa saksi, dan kumpulkan bukti.
Dugaan awal menunjuk obat nyamuk bakar yang tak sengaja menyambar bahan mudah terbakar, tapi hasil resmi masih tunggu gelar perkara. “Kami pastikan penyebabnya jelas,” tegas petugas.
Di balik duka ini, BPBD dan Damkar Mojokerto ingatkan warga: rumah gedek atau bambu rawan bencana.
“Api kecil saja bisa jadi malapetaka. Waspada saat pakai lilin, obat nyamuk, atau kompor,” pesan mereka. Kisah Markonah jadi pengingat getir—di era modern, tradisi rumah kayu butuh kewaspadaan ekstra agar tak berujung tragedi. **











