Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
BANDAR LAMPUNG, SWARAJOMBANG.COM – Dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Fatmawati (23, warga Tulang Bawang Barat) dan Bunga Rosana (23, warga Pesawaran), hanyut terbawa arus deras Sungai Wira Garden di kawasan wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026) sore.
Kejadian tragis ini menimpa keempat mahasiswi Unila yang sedang bermain air dan berfoto di tepi sungai sekitar pukul 16.00 WIB. Debit air tiba-tiba meningkat drastis akibat hujan deras di hulu, memaksa dua rekannya, Rika dan Damai, menyelamatkan diri dengan memanjat batu besar.
Video berdurasi 30 detik yang direkam korban sebelumnya—kini viral di media sosial—menunjukkan kepanikan mereka saat arus menguat.
Kapolsek Teluk Betung Timur, Kompol Toni Apriadi, membenarkan insiden tersebut. Tim Identifikasi dan Analisa Forensik (Inafis) Satreskrim Polresta Bandar Lampung tiba di lokasi pukul 17.00 WIB untuk olah TKP, mengamankan jejak kaki dan video sebagai bukti.
Proses pencarian oleh Basarnas Lampung, relawan, dan Polri dihentikan sementara pukul 18.00 WIB karena cuaca buruk dan malam hari.
“Dilanjutkan besok pagi pukul 06.00 WIB dengan personel lebih banyak dan alat deteksi bawah air, fokus radius 2-3 km downstream,” ujar Kompol Toni, Kamis (2/4).
Ketua Forum Rescue Relawan Lampung, Aris Gibrant, merinci kronologi berdasarkan saksi mata: “Mereka asyik main air, tiba-tiba banjir bandang dari hulu.
Dua selamat naik batu, tapi Bunga dan Fatma terbawa ke tengah sungai dalam dan deras. Mereka sempat berpegangan kayu jembatan, bahkan ditarik teman, tapi terhantam kayu balok dan hanyut.”
Kronologi Lengkap
-
13.30 WIB: Empat mahasiswi Unila tiba di Wira Garden, swafoto di atas batu sungai.
-
Sekitar 16.00 WIB: Arus mendadak deras akibat banjir bandang; Rika dan Damai selamat di batu aman.
-
Fatma dan Bunga hanyut: Berusaha bertahan, tapi terbawa arus setelah terbentur kayu.
-
17.00 WIB: Tim Inafis olah TKP.
-
18.00 WIB: Pencarian dihentikan; dilanjut Kamis pagi.
Kepala Damkarmat Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengonfirmasi penyerahan tim penyelamatan. Sungai Wira Garden dikenal fluktuatif dan dilengkapi penjaga, tapi korban hanya berdiri di batu untuk rekam konten medsos.
Kompol Toni menjanjikan penyelidikan mendalam pasca-evakuasi, termasuk pemeriksaan kelalaian pengelola, rambu banjir, dan kesiapan petugas.
“Prioritas utama evakuasi korban atau jenazah; Satreskrim tangani aspek pidana jika ada kelalaian,” tegasnya. **











