Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Nakhoda dan Tiga ABK Tugboat Musaffah 2 Warga Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Diduga Kena Serangan Rudal

badge-check


					Istri Miswar, Marliani Ahmad (47), tinggal di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu. Tetangga kanan kiri telah mendatangi rumah keluarga Miswar Paturusi untuk menguatkan keluargannya. Foto: Ist Perbesar

Istri Miswar, Marliani Ahmad (47), tinggal di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu. Tetangga kanan kiri telah mendatangi rumah keluarga Miswar Paturusi untuk menguatkan keluargannya. Foto: Ist

Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

ABU DHABI, SWARAJOMBANG.COM – Sampai hari  Minggu 29 Maret 2026, empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi nakhoda dan awak kapal tugboat Musaffah 2 masih belum ditemukan, akibat kapal meledak dan tenggelam di Selat Hormuz pada 6 Maret 2026 lalu.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik Iran-Israel, dengan dugaan penyebab ranjau atau serangan rudal yang kini diselidiki otoritas Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman.

Kapal berbendera UEA itu meledak saat hendak menderek kapal kontainer Safin Prestis yang rusak di lokasi yang sama.

Di dalam tugaboat Muasaffa 2 adi tujuh awak kapal asal Indonesia, India, dan Filipina, hanya satu WNI yang selamat dengan luka bakar parah. Keluarga korban di Luwu, Sulawesi Selatan, kini pasrah berdoa sambil menolak hoaks di media sosial.

Tiga ABK WNI lainnya juga belum ditemukan, di tengah eskalasi konflik Iran-Israel. Persitiwa terjadi Pada dini hari 6 Maret 2026, kapal tugboat Musaffah 2 berbendera UEA meledak saat hendak menderek kapal kontainer Safin Prestis yang rusak di Selat Hormuz.

Kabar tersebut disampaikan dari kediaman keluarga korban di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kapal berangkat dari Ras Al Khaimah sore sebelumnya dan tiba di lokasi sekitar pukul 02.00. Ledakan besar diikuti kebakaran hebat menyebabkan kapal tenggelam.

Total 7 awak kapal dari Indonesia, India, dan Filipina. Empat WNI ABK berada di Musaffah 2: Kapten Miswar Paturusi (50) dari Luwu, serta tiga lainnya dengan inisial MP, SR, AS—semua hilang. Satu WNI selamat dengan luka bakar di RS Khasab, Oman.”

Kronologi

  • 5 Maret 2026, sore: Musaffah 2 berangkat dari Ras Al Khaimah, UEA, membawa tujuh awak kapal (empat WNI) dan enam teknisi (satu WNI) untuk mengevakuasi Safin Prestis di perairan dekat Selat Hormuz.

  • 6 Maret 2026, pukul 02.00: Kapal tiba di lokasi perbatasan Oman-UEA. Saat bersiap towing, ledakan besar di anjungan memicu kebakaran hebat, membuat kapal tenggelam.

  • Pukul 06.00-09.00: Saksi mata WNI melaporkan kejadian. KBRI Abu Dhabi dan Muscat menerima informasi resmi pukul 09.00 waktu setempat.

  • Selamat: Satu WNI awak (inisial YRJ) dirawat luka bakar di RS Khasab, Oman. Satu WNI teknisi dari Safin Prestis selamat di Abu Dhabi.

  • Hilang: Nakhoda Kapten Miswar Paturusi (50) dari Luwu, serta tiga awak WNI (inisial MP, SR, AS).

Istri Miswar, Marliani Ahmad (47), di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu, masih menanti kabar suami.  “Anak saya yakin ayahnya hidup,” ujarnya, mengenang video call harian sebelum insiden. Keluarga hanya andalkan informasi resmi dari KBRI, tolak hoaks medsos.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Jubir Yvonne Mewengkang konfirmasi kronologi pada 7-8 Maret. KBRI Abu Dhabi dan Muscat koordinasi pencarian dengan UEA-Oman. DPR RI kecam pelaut sipil jadi korban konflik regional.

Hingga 29 Maret 2026, Miswar dan tiga awak belum kembali. Keluarga pasrah berdoa, sementara penyebab ledakan terus diselidiki. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Setelah Kabinet Jumbo, Presiden Prabowo Melantik Watimpres Gajah dari 9 Orang Jadi 26 Orang

3 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kopilot Tikam Pilot FlyDubai saat Penerbangan ke Israel, Pesawat Anjlok 3000 M hingga Landing di Saudi Arabia

3 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Disuntik Mati Dua Kali, Tubuh Christa Pike Menolak Mati

2 Oktober 2026 - 20:26 WIB

BPS: Tingkat Hunian Hotel di Malang Turun 5,34 Poin

2 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Menelisik Akar Terorisme (64): Sejarah Gelap Phil Sang Kanibal

2 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kebakaran Timpa Ponpes Al Hikmah Diwek, Diduga Konsleting Kerugian Rp200 Juta

2 Oktober 2026 - 16:57 WIB

RI Jadi Negara No. 2 di Dunia Penipuan Daring, Mr Bert: Data Pribadi Menteri Meutya Hafid Dijual Rp2.000 di Telegram

2 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Blokade Jl. Jagir Wonokromo Bubar, Pertamina dan GSJT Bertemu BPH Migas 5 Oktober 2026

2 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Gus Ipul Layangkan Somasi ke Gus Lilur, Isinya Minta Dibuktikan Tuduhan Aliran Rp480 M ke Muktamar NU

2 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Trending di Nasional