Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa keberangkatan haji 2026 tidak ditunda dan tetap berjalan sesuai jadwal. Gelombang pertama dipastikan berangkat ke Madinah Al-Munawwarah mulai 22 April 2026.
Menurut Menteri, hingga akhir Maret 2026 tidak ada perubahan rencana, dan pihaknya berharap situasi stabil hingga hari keberangkatan.
Pernyataan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran masyarakat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan menekankan bahwa persiapan dan jadwal tetap on schedule.
Jadwal Tetap 22 April 2026
-
Jemaah haji Indonesia mulai masuk asrama pada 21 April 2026.
-
Gelombang pertama berangkat ke Madinah melalui Bandara Madinah pada 22 April 2026.
-
Gelombang kedua berangkat ke Jeddah pada 7 Mei 2026.
Meski Arab Saudi tetap membuka haji, jalur penerbangan diubah untuk menghindari zona konflik seperti Irak, Suriah, Iran, Israel, UEA, dan Qatar. Pesawat dialihkan melalui koridor selatan via Samudra Hindia dan Afrika, meskipun berpotensi memperpanjang waktu terbang serta meningkatkan biaya avtur.
Skenario Kontingensi
Kemenhaj telah menyiapkan tiga skenario utama dengan prinsip prioritas: keselamatan dan keamanan jemaah di atas segala pertimbangan teknis atau biaya.
-
Keberangkatan Normal
Tetap sesuai jadwal karena Arab Saudi membuka haji, dengan penyesuaian rute penerbangan. -
Pembatalan oleh Indonesia
Jika situasi keamanan terlalu berisiko meski Arab Saudi tetap buka, pemerintah bisa membatalkan pemberangkatan. Kemenhaj akan negosiasikan agar biaya layanan haji tidak hangus, dialihkan ke musim haji berikutnya tanpa penalti, serta sediakan opsi penarikan BPIH atau penyimpanan dana dengan manfaat tambahan. -
Penutupan Total oleh Arab Saudi
Jika konflik memburuk hingga haji dibatalkan, fokus pada penyelamatan dana layanan yang disetorkan. Jemaah yang telah melunasi BPIH diprioritaskan untuk pemberangkatan tahun berikutnya. **











