Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Sepeda motor memang tidak mengonsumsi bahan bakar dalam jumlah yang signifikan; namun, ada beberapa cara untuk membuat moda transportasi ini lebih hemat bahan bakar dan mengurangi biaya, terutama pada saat harga bensin diperkirakan akan naik karena krisis global.
Salah satu cara paling umum untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar kendaraan adalah dengan menjaga putaran mesin tetap stabil, yaitu, menjaga kendaraan tetap bergerak dalam rentang kecepatan yang konstan.
Kecepatan sekitar 40-60 km/jam dianggap sebagai kecepatan optimal untuk berkendara hemat bahan bakar pada sepeda motor bensin. Pada kecepatan ini, kendaraan telah menyelesaikan fase pemanasan, mesin telah memasuki kondisi stabil, dan jika pengendara mempertahankan putaran mesin yang stabil, konsumsi bahan bakar akan optimal.
Untuk sepeda motor dengan transmisi manual, menaikkan dan menurunkan gigi secara tepat sesuai dengan kondisi pengoperasian yang berbeda juga dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar.
Mengemudi perlahan dengan gigi tinggi atau mencoba mengemudi dengan kecepatan tinggi dengan gigi rendah dapat secara signifikan memengaruhi kinerja ECU dan mesin, yang menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar.
Sederhananya, jika sepeda motor dengan transmisi manual dapat beroperasi dengan lancar tanpa hentakan atau kelambatan yang berlebihan, itu berarti sepeda motor tersebut dikendarai pada gigi yang tepat.
Salah satu tips yang paling sering dibagikan oleh para pengguna sepeda motor untuk menghemat bahan bakar adalah mematikan mesin saat berhenti di lampu merah.
Menurut penelitian yang dilakukan dan dipublikasikan pada tahun 2017 oleh Argonne National Laboratory, jumlah bensin yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali mesin yang sudah panas setara dengan hanya 10 detik mesin dalam keadaan idle.
Di sisi lain, jeda 10-15 detik antara proses restart diyakini berdampak negatif pada kesehatan baterai.
Oleh karena itu, jika waktu tunggu di lampu merah lebih dari 30 detik, pengguna disarankan untuk mematikan mesin guna mengurangi konsumsi bahan bakar, meskipun pengurangan tersebut mungkin tidak signifikan.
Beberapa model skuter modern memiliki Sistem Idling Stop atau Stop & Start, yang mematikan mesin sementara saat kendaraan berhenti selama 3-5 detik, tergantung apakah kendaraan benar-benar berhenti atau dalam kondisi berhenti-dan-jalan selama kemacetan lalu lintas.
Perawatan rutin sepeda motor juga akan membantu mengurangi konsumsi bahan bakar selama pengoperasian sebenarnya.
Sebagai contoh, pengguna perlu membersihkan filter udara, busi, dan injektor bahan bakar untuk memastikan mesin berjalan efisien dan menghemat bahan bakar. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari prosedur perawatan standar untuk sepeda motor dan dinyatakan dengan jelas dalam buku garansi kendaraan.
Oli mesin juga perlu diganti sesuai rekomendasi pabrikan. Menggunakan oli lama dengan viskositas rendah akan meningkatkan gesekan antar bagian mesin, menaikkan suhu mesin selama pengoperasian, dan menyebabkan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.
Pengguna juga harus memeriksa kondisi ban mereka sebelum memulai perjalanan. Ban yang kurang angin akan meningkatkan area kontak dengan permukaan jalan, yang menyebabkan peningkatan gesekan dan membuat mesin bekerja lebih keras.
Saat mengisi bahan bakar, pengguna juga harus memperhatikan pemilihan jenis bahan bakar yang tepat sesuai rekomendasi pabrikan. Salah satu perbedaan antara kendaraan transmisi manual dan otomatis adalah rasio kompresi, yang menyebabkan perbedaan jenis bahan bakar yang cocok untuk keduanya.
Sepeda motor dengan transmisi manual memiliki rasio kompresi di bawah 9,5:1, sehingga bensin RON 92 cocok digunakan. Model skuter atau model transmisi manual, memiliki rasio kompresi di atas 9,5:1 dan perlu menggunakan bensin RON 95.***











