Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Tukang Ojek Gugat Rp 100 M kepada Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten, akibat Jalan Rusak Penyebab Kecelakaan

badge-check


					Tukang ojek pangkalan di Pandeglang bernama Al Main mengajukan gugatan perdata senilai Rp 100 miliar kepada pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten. Dasarnya, akibat jalan rusak menyebabkan dirinya kecelakaan hingga menyebabkan penumpangnya meninggal dunia. Foto: Instagram@ctd_insider Perbesar

Tukang ojek pangkalan di Pandeglang bernama Al Main mengajukan gugatan perdata senilai Rp 100 miliar kepada pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten. Dasarnya, akibat jalan rusak menyebabkan dirinya kecelakaan hingga menyebabkan penumpangnya meninggal dunia. Foto: Instagram@ctd_insider

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

PEDEGLANG, SWARAJOMBANG.COM – Bayangkan jadi tersangka atas kematian anak kecil yang Anda antar pulang sekolah, padahal penyebabnya lubang jalan mematikan yang seharusnya diperbaiki pemerintah.

Itulah nasib Al Amin Maksum, sopir ojek pangkalan di Pandeglang, Banten. Kini, ia membalikkan keadaan dengan menggugat Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten secara perdata senilai Rp100 miliar.

Gugatan baru diregistrasi PN Pandeglang pada 24 Februari 2026. Juru bicara pengadilan, Iskandar Zulkarnain, konfirmasi pemanggilan tergugat. Pemprov Banten siap sidang sambil janji perbaiki jalan demi keselamatan publik. Belum ada respons resmi dari Pemkab Pandeglang per Februari 2026.

Gugatan diajukan pada 22 Februari 2026 melalui e-court ke Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang, menargetkan Bupati Raden Dewi Setiani, Gubernur Andra Soni, serta pejabat terkait seperti Kadis PUPR dan Kadishub.

Kuasa hukumnya, Raden Yayan Elang Mulyana dan Ayi Erlangga, menuntut ganti rugi untuk perbaikan jalan serta bagi hasil bagi warga Banten.

Kronologi

Kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Raya Labuan-Pandeglang, Kampung Gardu Tanjak. Al Amin sedang mengantar Khairi Rafi (11 tahun, siswa SD) pulang sekolah dari arah Pandeglang ke Labuan.

  • Motor oleng saat menghindari lubang jalan rusak yang dikenal bergelombang.

  • Keduanya terjatuh ke aspal; Khairi terpental ke kanan.

  • Saat itu, ambulans desa (Suzuki XL7 B 1255 Z, dikemudikan Bayu Prayoga) dari belakang tak sengaja menggilas kepala Khairi dengan ban kiri belakang.

Khairi tewas seketika, sementara Al Amin luka-luka dan dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang. Polres Pandeglang awalnya menetapkan Al Amin tersangka (LP/B/21/I/2026/SPKT) karena dianggap lalai: tak sediakan helm dan tahu kondisi jalan buruk. Status itu kemudian diralat, tapi trauma tetap membekas.

Area tersebut rawan bencana: 134 kecelakaan dan 39 korban jiwa sejak Januari-Oktober 2025.

Korban Infrastruktur Buruk

Tim kuasa hukum menegaskan Al Amin sebagai korban kelalaian pemerintah sebagai pengelola jalan. “Ini perjuangan keadilan untuk warga Banten, agar negara bertanggung jawab atas keselamatan lalu lintas,” tegas Raden Yayan. Polisi tetap menekankan kewajiban pengemudi ojek sediakan helm, meski rute sudah familiar. **

.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

20 Hari Sebelumnya Karhutla Gambut Bisa Diprediksi

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Jatim Siapkan Peluncuran Trans Jatim Koridor-2 Akhir Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Perpres Baru Jamin Ojol Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Ketua Bapemperda Jombang, Kartiyono: Siapkan Roadmap Wisata, Jangan Disimpan di Rak Buku Saja!

19 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Trending di Nasional