Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
TAWANGMANGU, SWARAJOMBANG.COM- — Setelah operasi pencarian resmi dihentikan dua minggu lalu, relawan SAR mandiri dari Komunitas Wanadri Bandung berhasil menemukan jenazah Yazid Ahmad Firdaus (26) di aliran sungai Bukit Mitis, Selasa (10/2/2026) pukul 08.45 WIB.
Penemuan ini di Tapak Nogo, sebelah barat jalur utama pendakian Bukit Mongkrang, menandai akhir tragedi hilangnya pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, selama 24 hari.
Jenazah korban masih utuh, mengenakan pakaian yang sama saat hilang, meskipun sepatu dan kaus kakinya diduga terseret arus. Identitasnya mudah dikenal berkat kondisi tersebut.
Yazid hilang sejak 18 Januari 2026 saat mendaki Bukit Mongkrang, lereng Gunun Lawu, bersama tiga rekannya. Ia terpisah dari rombongan di sekitar Pos 3 ketika turun dari puncak.
Operasi SAR gabungan yang melibatkan BPBD Karanganyar, Basarnas, dan ratusan relawan berlangsung intensif hingga akhir Januari, tetapi resmi ditutup pada 31 Januari karena medan ekstrem, cuaca buruk, dan ketiadaan jejak signifikan.
Kronologi
-
18 Januari 2026 : Yazid mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga teman dan terpisah di Pos 3 saat turun.
-
Akhir Januari : SAR gabungan BPBD Karanganyar, Basarnas, dan 300 relawan menyisir area selama 13 hari tanpa hasil.
-
31 Januari 2026 : Operasi resmi dihentikan akibat tantangan medan, cuaca, dan minim petunjuk.
-
1–9 Februari 2026 : Relawan mandiri, termasuk Wanadri Bandung, menjelajahi lembah dan sungai di jalur Tapak Nogo barat.
-
10 Februari 2026, 08.45 WIB : Jenazah ditemukan di aliran sungai Bukit Mitis, kondisi utuh dengan pakaian asli dan identitas terverifikasi.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengkonfirmasi penemuan tersebut. Timnya langsung berkoordinasi dengan Basarnas untuk evakuasi dari lokasi sulit menuju RSUD Karanganyar, melibatkan keluarga korban. **











