Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
TOUNA, SWARAJOMBANG.COM – Sebuah video tragis jenazah Pirna (19) yang dibawa pulang dengan sepeda motor di Desa Uematopa, Tojo Unauna (Touna), Sulawesi Tengah, meledak viral pada 18 Januari 2026.
Insiden ini menyoroti keterbatasan akses jalan ekstrem dan layanan kesehatan darurat di wilayah terpencil, memicu kecaman publik nasional.
Peristiwa nahas itu bermula pada 14 Januari 2026, saat Pirna mengalami pendarahan hebat pasca-melahirkan. Ia dirawat awal di Puskesmas Dataran Bulan Jaya, Kecamatan Ampana Tete, sebelum dirujuk ke RS Ampana. Sayangnya, Pirna meninggal dunia di tengah perjalanan.
Keluarga memilih membopong jenazah dengan motor karena ambulans puskesmas sedang melayani pasien lain, sementara medan berbukit curam dan jarak jauh berisiko jika menunggu.
Video memperlihatkan jenazah terikat di atas papan kayu pada jok belakang motor, diturunkan di Desa Sukamaju dekat rumah kerabat, bukan kembali ke puskesmas.
Geografis Touna yang sulit menjadi penyebab utama: jarak Desa Uematopa ke puskesmas mencapai 8 jam perjalanan, dan ke Dusun Paria 4 jam saat cuaca ideal. Keluarga enggan bermalam di jalan demi menghindari risiko tambahan.
Respons Dinas
Kepala Dinas Kesehatan Touna, Niko, menegaskan bahwa prosedur medis telah diikuti dengan teliti, termasuk pemeriksaan dokter sebelum rujukan.
Dinas menyampaikan duka cita mendalam atas nama Pemkab Touna kepada keluarga, sambil mengakui akses jalan buruk di Desa Uematopa, Kecamatan Ulubongka, sebagai hambatan serius bagi layanan kesehatan.
Pemda memandang video viral ini sebagai sinyal darurat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dan fasilitas darurat di pedalaman Sulteng.
Sampai 19 Januari 2026, belum ada pengumuman tindak lanjut konkret seperti penambahan ambulans atau proyek jalan raya.**











