Penulis: Bambang Tjuk Winarno | Editor: Priyo Suwarno
YAHUKIMO, SWARAJOMBANG.COM – Kelompok separatis KKB/OPM di bawah komando Kodap XVI Yahukimo mengumumkan telah melepaskan tembakan ke pesawat sipil yang diduga mengangkut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melintasi wilayah Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026).
Pengakuan itu muncul dalam video pendek yang disebarkan juru bicara Sebby Sambom. Rekaman menampilkan enam anggota kelompok bersenjata yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka.
Mereka menyebut aksi tembakan dari darat itu sebagai peringatan agar Gibran menghindari “zona perang” di Yahukimo.
Namun, tidak ada bukti kerusakan pada pesawat atau konfirmasi bahwa itu membawa Wapres. Pesawat sipil tersebut lolos dengan selamat.
Bantahan Resmi dari TNI
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim membantah klaim tersebut pada Rabu (14/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kunjungan Gibran menggunakan pesawat Hercules TNI AU, bukan rute sipil di Yahukimo.
Menurutnya, tidak ada jadwal resmi Wapres ke Yahukimo. Agenda terbatas pada Biak Numfor dan Wamena, dengan pengamanan maksimal. Pangdam menilai tembakan OPM ke pesawat sipil sebagai provokasi semata, karena pesawat berhasil lepas landas tanpa korban jiwa.
Video klaim cepat menyebar di Instagram dan Facebook, memicu hoaks yang langsung dibantah aparat untuk mencegah kegaduhan.
Pihak berwenang terus memantau dan mengajak masyarakat memverifikasi informasi dari sumber resmi demi stabilitas Papua Pegunungan.
Kunjungan Gibran ke Yahukimo resmi dibatalkan pada 14 Januari 2026 atas dasar intelijen keamanan. Analisis mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata, termasuk ancaman OPM.
Pangdam Amrin secara tegas merekomendasikan penundaan demi keselamatan VVIP. Gibran lanjut ke Biak Numfor dan Wamena menggunakan Hercules TNI AU dengan pengamanan ketat, tanpa menyentuh Yahukimo.
Kejadian ini menunjukkan tekad aparat mempertahankan keamanan Papua Pegunungan meski dihadapkan klaim provokatif dari OPM.**











