Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
SAMPANG, SWARAJOMBANG.CONT – Sebagian warga Jalan Rajawali, Sampang, Madura, Jawa Timur digemparkan oleh suara teriakan melalui TAO masjid Al-Istianah, pada Selasa dinihari, 9 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 WIB.
Warga panik setelah terdengar suara keras dari TOA masjid dengan pelaku yang berteriak takbir beberapa kali disusul ungkapan “Kiamat! Kiamat!” serta ajakan agar warga segera keluar dari rumah. Suara tersebut membuat warga yang mendengarnya berhamburan keluar dan menimbulkan kepanikan.
Kejadian ini dengan cepat menyebar lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram, terutama melalui grup-grup lokal yang membagikan suasana panik warga. Pengumuman palsu ini mengganggu ketenangan malam dan menimbulkan keresahan di komunitas setempat.
Dalam salah satu unggahan akun Instagram @madura25jam, terlihat rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria mengenakan baju putih masuk ke ruang TOA masjid. Setelah itu terdengar suara keras dari TOA yang mengumumkan tentang kiamat, sehingga warga ramai-ramai mendatangi masjid tersebut.
Plh. Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, melalui keterangan pers membenarkan bahwa pelaku masuk ke area masjid tanpa izin, berdasarkan rekaman CCTV.
Awalnya, postingan di grup Facebook dan Instagram hanya merangkum kejadian tanpa menyebut nama saksi atau pewawancara. Namun narasi dari komunitas lokal kemudian menyebut dugaan pelaku sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), berinisial SR (49).
Polres Sampang segera mengeluarkan keterangan resmi pada hari yang sama, Selasa, 9 Desember 2025, untuk meredam kepanikan. AKP Eko membenarkan pelaku bernama SR, yang tinggal di Kelurahan Gunung Sekar, dan memang berstatus ODGJ.
Setelah diamankan warga, pelaku dibawa ke polisi dan kemudian diserahkan kembali kepada keluarga untuk perawatan di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Diketahui pelaku memiliki riwayat rawat inap di RSJ Menur Surabaya pada 12 September 2024 dengan nomor rekam medis RM 075160.
Pelaku tidak menjalani proses hukum pidana, melainkan langsung mendapatkan perawatan dari keluarga dan rumah sakit. Informasi ini viral di media sosial sejak 9 hingga 10 Desember 2025. **











