Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga
ACEH, SWARAJOMBANG– Aceh masih berjuang menghadapi keterisolasian wilayah pasca bencana. Najwa Shihab, melalui unggahan di Instagram pribadinya pada 7 Desember 2025, menyampaikan langsung dari lapangan mengenai kesulitan yang dihadapi warga.
“Bantuan ada, ada, logistik ada, yang diperlukan sekarang adalah jalan untuk mencapai mereka yang membutuhkan.” kata Najwa hal ini disebabkan karena akses darat terputus karena longsor maupun banjir.
Kendala Akses
Beberapa daerah di Aceh Tengah, Benar-Beriah, Gaya Tengah, hingga Aceh Utara masih terisolasi. Jalur darat tidak bisa ditembus akibat badai panjang dan gangguan keamanan. Meski alat berat tersedia di lokasi terdekat, operasionalnya terkendala oleh ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Harapan Lewat Udara
Najwa menekankan bahwa satu-satunya harapan distribusi bantuan saat ini adalah jalur udara. Helikopter hanya mampu mengangkut maksimal 850 kg, sementara pesawat besar bisa membawa hingga 2 ton, namun jumlahnya sangat terbatas.
“Jadi sekali lagi kendala utama sekarang di Aceh bukan lagi soal logistik, tetapi bagaimana memastikan agar bantuan-bantuan ini tidak berhenti di gudang.”
Tantangan Distribusi
Bantuan yang sudah tersedia berisiko menumpuk tanpa bisa menjangkau warga terdampak. Keterbatasan transportasi udara membuat distribusi tidak merata, sehingga banyak masyarakat masih menunggu uluran tangan di daerah terisolasi.











