Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

4 Fakta Banjir Besar Sumut dan Aceh

badge-check


					Banjir Aceh Perbesar

Banjir Aceh

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera sejak akhir pekan lalu memicu banjir bandang dan longsor berskala besar. Dampaknya meluas ke berbagai wilayah hingga ratusan orang meninggal dan puluhan ribu warga mengungsi. Berikut rangkuman yang menggambarkan kompleksitas bencana ini.

1. Dipicu Dua Siklon Tropis yang Menguat di Sekitar Indonesia

BMKG mencatat dua siklon tropis yang berpengaruh langsung pada cuaca ekstrem di Indonesia: Siklon Tropis Koto di Laut Filipina Barat dan Siklon Tropis Senyar yang berasal dari bibit siklon 95B.

Keduanya memicu peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah barat Indonesia—termasuk Selat Malaka yang menjadi jalur masuk badai ke pesisir Aceh dan Sumatera Utara. Fenomena ini sejalan dengan prediksi para klimatolog soal meningkatnya anomali cuaca di kawasan maritim Indonesia.

2. Walhi Menuding Ada Peran Perusahaan dalam Memperparah Dampak Banjir

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyebut tujuh perusahaan berkontribusi dalam memperparah bencana, terutama di kawasan Tapanuli. Menurut Walhi dan data BPBD, sejak badai dari Selat Malaka memasuki wilayah daratan dan sempat menyeberang Aceh–Sumut, kerusakan lahan dan perubahan bentang alam membuat banjir bandang semakin besar.

Bencana ini meluas hingga 51 desa di 42 kecamatan pada delapan kabupaten/kota. Tapsel dan Tapteng menjadi wilayah paling parah—keduanya berada dalam Ekosistem Batangtoru, salah satu hutan tropis tersisa di Sumatra Utara yang selama ini menghadapi tekanan industri.

3. Korban Jiwa Mencapai 174 Orang, Ribuan Keluarga Mengungsi

BNPB mencatat 174 orang meninggal dan 12.546 kepala keluarga mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan infrastruktur, pemutusan jaringan komunikasi, serta terisolasinya beberapa desa membuat upaya evakuasi pada hari-hari pertama berlangsung lambat dan menegangkan.

4. Pemerintah Belum Menetapkan Status Bencana Nasional

Meski skala bencana meluas, pemerintah pusat belum menaikkan status menjadi bencana nasional. Presiden Prabowo Subianto mengatakan pihaknya “masih memonitor” kondisi di lapangan dan terus mengirim bantuan, tanpa merinci bentuk bantuannya.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan bencana ini masih tergolong bencana daerah tingkat provinsi dan belum memenuhi ambang penetapan status nasional. Ia menyebut hanya dua bencana yang pernah ditetapkan sebagai bencana nasional yaitu Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004.

Sementara gempa besar lain seperti Palu dan Cianjur pun tidak mendapat status tersebut.

BNPB mengatakan bahwa derasnya laporan warga di media sosial—dari desa terisolasi, warga terseret arus, hingga komunikasi terputus—menciptakan kesan situasi yang jauh lebih kritis.

Meski demikian, BNPB mengklaim bahwa kondisi di sebagian besar wilayah sudah mulai terkendali setelah hujan mereda. Tapanuli Tengah disebut sebagai daerah yang kondisinya masih paling serius hingga Jumat sore, 28 November 2025.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Sempat Diadang Petugas, Sidak Tim Ombudsman Temukan ‘Hotel Mewah’ di LP Cibinong

24 September 2026 - 15:41 WIB

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Trending di Nasional