Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- Ia disebut mengelola 41 dapur yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulsel.
Sebagai putri sulung Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, Yasika juga menjabat Pembina Yayasan Yasika Group—yayasan yang menaungi puluhan dapur MBG tersebut.
Keterlibatan ini memicu perdebatan di masyarakat, karena dianggap berpotensi menimbulkan monopoli. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan tidak ada praktik monopoli dalam penentuan SPPG.
“BGN tidak mengenal siapa pengajuannya karena mekanismenya berbasis portal. Yang kami kedepankan adalah profesionalisme dan kelengkapan dokumen,” jelas Dadan, dikutip dari Detikcom.
Ia menambahkan, BGN memang membatasi jumlah SPPG yang bisa dikelola satu yayasan, kecuali bila berada di bawah lembaga tertentu seperti sekolah atau institusi pemerintah. Menurutnya, percepatan pendirian SPPG justru membantu pemenuhan hak gizi anak-anak dengan menu seimbang.
Dadan juga memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang berinvestasi dalam program MBG: “Itu investasi, bukan uang negara, dan menjadi bentuk perjuangan merah putih dalam mewujudkan MBG dengan cepat.”
Meski demikian, sejumlah kalangan tetap mendorong pemerintah agar memperkuat transparansi dan pengawasan, sehingga program MBG berjalan adil serta akuntabel.***











