Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
KENDAL, SWARAJOMBANG.COM – Ini adalah kisah cinta yang bagai Romeo dan Juliet dari Kendal, Jawa Tengah, namun berujung pilu dan penuh drama yang mengguncang malam sebelum hari bahagia. Saat udara masih dingin di fajar hari Jumat, 7 November 2025, seorang mempelai pria menanti dengan harapan membuncah, namun sang mempelai wanita justru menghilang ditelan gelap malam.
Galih Permadi, pria pemberani yang datang dari Banyumas bahkan rela meninggalkan Brunei Darussalam, menempuh perjalanan ribuan kilometer demi cinta yang ia yakini abadi, harus menerima kenyataan pahit ketika akad nikah yang sudah dirancang penuh cinta hancur berantakan seperti tenda yang diterjang puting beliung.
Di tengah persiapan rapi dan harapan tinggi, Vina — sang pujaan — menghilang tanpa jejak, melarikan diri bersama seseorang yang tak diduga, seorang tukang batagor yang berjualan di pinggir jalan tak jauh dari tempatnya bekerja di Kendal.
Drama ini mengoyak hati semua yang terlibat. Keluarga pengantin pria di Banyumas pun terpaksa menempuh jalan mediasi yang penuh ketegangan dan air mata.
Dalam pertemuan itu, harapan akan penyatuan dua hati berakhir pilu: hubungan mereka bubar, sementara pihak keluarga Vina harus menanggung beban ganti rugi sebesar Rp 133 juta, sebagai konsekuensi penghancuran mimpi dan rencana tersebut.
Kisah ini makin rumit ketika sang pemilik usaha batagor membantah keterlibatan keluarganya, menyampaikan bahwa Hilman Fauzi, pria yang membawa Vina pergi, menghilang tanpa kabar sejak malam itu. Misteri dan kesedihan membalut kisah cinta yang seharusnya bersemi dan berbuah bahagia.
Perjalanan cinta Galih yang penuh pengorbanan dan harapan berubah menjadi kisah pilu yang menoreh luka mendalam. Pernikahan yang seharusnya menjadi bab indah hidup, kini menjadi pengingat pahit bahwa cinta tak selalu berjalan sesuai rencana, dan terkadang, kepergian seseorang meninggalkan ruang kosong yang tak tergantikan. **











