Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
SAMPANG, SWARAJOMBANG.COM – Tragedi yang menimpa seorang remaja berusia 15 tahun, Firmansyah, di Sampang, Madura, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya petir, bahkan saat berada di dalam rumah.
Remaja tersebut tewas seketika akibat tersambar petir saat sedang bersantai di ruang tamu atau teras rumahnya di dusun Kacodur, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Selasa sore, 5 November 2025,
Kejadian ini membuka fakta bahwa petir tidak hanya mengancam saat berada di luar, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya serius lewat jalur tidak langsung ke dalam bangunan.
Walaupun korban tengah tidak menggunakan alat elektronik, sambaran petir diduga merambat melalui struktur bangunan seperti kabel listrik atau material logam, sehingga tetap berakibat fatal.
BPBD setempat bersama aparat telah memastikan kondisi keluarga dan memberikan pendampingan serta himbauan agar masyarakat selalu berhati-hati saat cuaca ekstrem.
Mereka menyarankan untuk menghindari penggunaan perangkat elektronik yang terhubung listrik dan menjauh dari pintu atau jendela saat terjadi hujan deras disertai petir.
Dari perspektif ilmu fisika, sambaran petir pada rumah memang umumnya menyerang titik tinggi seperti tiang listrik atau antena, namun arus listrik dapat terbawa masuk ke dalam rumah lewat kabel listrik, antena TV, atau material konduktor lain.
Oleh karena itu, risiko kerusakan alat elektronik dan membahayakan keselamatan penghuni rumah sangat mungkin terjadi.
Kasus Firmansyah menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan protokol keamanan selama cuaca buruk. Petir bukan hanya fenomena alam yang menakutkan dari kejauhan, tetapi bisa sangat berbahaya bahkan ketika kita merasa aman di dalam rumah.**











