Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Respon ESDM untuk Memasarkan Bobibos Tunggu Uji Kelayakan Selama 8 Bulan

badge-check


					Bobibos adalah bahan bakar untuk kendaraan dari bahan baku nabati (tanaman) dengan RON 98, mulai diperkenalak ke publik sebagai bahan bahan kendaran. Menurut Dirjen ESDM, dibutuhkan setidaknya delapan bulan untuk melakukan uji kelayakan. Foto: ist Perbesar

Bobibos adalah bahan bakar untuk kendaraan dari bahan baku nabati (tanaman) dengan RON 98, mulai diperkenalak ke publik sebagai bahan bahan kendaran. Menurut Dirjen ESDM, dibutuhkan setidaknya delapan bulan untuk melakukan uji kelayakan. Foto: ist

Penulis: Tanasyafria Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan komitmennya mendukung inovasi bahan bakar ramah lingkungan yang dikembangkan anak bangsa, sekaligus menekankan pentingnya proses uji kelayakan yang ketat sebelum produk BBM baru beredar di pasaran.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menyampaikan apresiasi tinggi atas lahirnya produk BBM bernama Bobibos, hasil inovasi riset panjang M. Ikhlas Thamrin dan timnya yang merupakan karya anak negeri.

Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas bahan bakar tetap menjadi prioritas utama yang dijaga melalui serangkaian pengujian yang bisa memakan waktu hingga delapan bulan.

“Proses evaluasi untuk memastikan BBM layak digunakan membutuhkan waktu dan tahapan panjang, bisa mencapai delapan bulan,” ujarnya dalam konferensi di kantor Kementerian ESDM, Jumat, 7 November 2025.

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai bentuk tanggapan resmi atas ramainya perhatian terhadap produk Bobibos di media sosial.

Inovasi Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos, didukung penuh sebagai langkah maju menuju kemandirian energi nasional dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar impor.

Produk yang diproduksi dari tanaman lokal yang tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia itu memiliki varian bensin dan solar dengan RON hingga 98, sesuai dengan standar sertifikasi resmi.

Peluncuran resmi pada 2 November 2025 di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, mendapat sambutan positif dari tokoh nasional seperti Anggota DPR RI Mulyadi, yang menegaskan bahwa Bobibos bukan hanya teknologi, tapi juga gerakan rakyat menuju energi yang lebih bersih dan terjangkau.

Kementerian ESDM akan terus memfasilitasi inovasi teknologi dalam energi, dengan menjaga prosedur evaluasi agar masyarakat dapat menggunakan bahan bakar yang aman dan berkualitas, sekaligus mempromosikan produk lokal yang mendukung kemandirian dan ketahanan nasional.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:44 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:23 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik

13 September 2026 - 19:24 WIB

Seminggu Harga Emas Melemah Rp33 Ribu/Gram

13 September 2026 - 19:13 WIB

Harga Cabai Melonjak, Bapanas Upayakan FDP

13 September 2026 - 19:04 WIB

Pemkot Surabaya Terima 3.283 Aduan Desil

9 September 2026 - 19:12 WIB

Beras Kita Kemasan Baru untuk SPHP

8 September 2026 - 18:46 WIB

Pengenaan Pajak Minuman Berpemanis Tak Menentu

7 September 2026 - 19:56 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Trending di Ekonomi