Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Satgassus Polri Ungkap Penyelundupan 87 Kontener CPO di Tj Priok Senilai Rp 28 M

badge-check


					Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi pelabuhan Tanjung Priok, 6 November 2025, untuk menunjukkan pencegahan penyeludupan 87 kotener CPO senilai Rp 28 miliar, dengan cara tidak sesuai aturan. Foto: Instagram@devisihumaspolri Perbesar

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi pelabuhan Tanjung Priok, 6 November 2025, untuk menunjukkan pencegahan penyeludupan 87 kotener CPO senilai Rp 28 miliar, dengan cara tidak sesuai aturan. Foto: Instagram@devisihumaspolri

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menggelar konferensi pers pada Kamis, 6 November 2025 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mengumumkan hasil operasi gabungan terkait pengawasan ekspor produk turunan Crude Palm Oil (CPO).

Operasi ini melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, dan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Polri.

Langkah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka meminimalkan potensi kerugian negara akibat pelanggaran ekspor.

Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dibentuk sebagai respons untuk memperkuat pengawasan dan penindakan bersama lembaga terkait.

Dari hasil penyelidikan intensif, tim gabungan menemukan 87 kontainer produk turunan kelapa sawit yang dilaporkan sebagai fatty matter, ternyata berisi campuran turunan CPO yang tidak sesuai ketentuan dan berpotensi menghindari pungutan negara.

Lonjakan ekspor oleh PT MMS mencapai hampir 278%, yang memicu pemeriksaan laboratorium di tiga lokasi berbeda.

Pemeriksaan mengungkap bahwa nilai barang mencapai sekitar Rp28,7 miliar dengan berat total 1.802 ton, dan barang tersebut diduga diekspor menggunakan dokumen yang dimanipulasi agar mendapatkan fasilitas bebas pajak secara tidak sah.

Penahanan kontainer dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari tindakan tegas Polri terhadap penyelundupan dan pelanggaran kepabeanan.

Satgassus OPN bersama DJBC dan DJP terus mendalami jaringan ekspor ilegal ini, termasuk kemungkinan pelibatan perusahaan lain dengan modus serupa.

Kapolri menegaskan komitmen menyeluruh untuk mengawal penerimaan negara dan memastikan pelanggaran ekspor ditindak dengan tegas demi kedaulatan ekonomi negara.

Kronologi pengungkapan bermula dari informasi lonjakan ekspor fatty matter pada 20 Oktober 2025, yang kemudian diikuti investigasi mendalam selama hampir dua pekan sebelum penahanan kontainer pada awal November. Operasi ini mencerminkan sinergi antarlembaga yang kuat dalam menjaga integritas ekspor serta stabilitas penerimaan negara. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Harga Produksi Naik, Peternak Ayam Rugi Besar

14 Juni 2026 - 19:51 WIB

BI Rate Naik ke 5,5%, Industri Properti Terancam Makin Lesu

12 Juni 2026 - 19:25 WIB

Mobil Tabrak Belakang Truk, 1 Tewas dan 1 Luka Parah

12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Harga Beras, Minyak dan Bawang Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:51 WIB

Wow..Harga Pertamax Naik Hampir Rp 4.000 per Liter

10 Juni 2026 - 15:24 WIB

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

MBG Wajib Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu, Peternak Jatim Diharapkan Tertolong

9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Restrukturisasi Besar, Telkom Pangkas Belasan Anak Perusahaan

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

Trending di Ekonomi