Menu

Mode Gelap

Nasional

Tragedi Timothy Anugerah Saputra di Kampus Unud Guncang Warga

badge-check


					Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Unud yang Diduga Jadi Korban Bullying. Perbesar

Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Unud yang Diduga Jadi Korban Bullying.

Penulis: Eko Winarto | Editor: Yobie Hadiwijaya

DENPASAR, SWARAJOMBANG.COM-Dunia pendidikan kembali berduka. Seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Bali, Timothy Anugerah S, 22, ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai empat Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Timothy merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi. Insiden itu terjadi pada Rabu (15/10) dan langsung menggegerkan lingkungan kampus.

Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menuturkan, peristiwa bermula ketika Timothy terlihat panik saat berjalan di area kampus.

Saksi mahasiswa berinisial NKGA menyebut, korban datang dari arah lift dengan tas ransel dan pakaian putih. Ia tampak gelisah dan terus memeriksa sekitar.

Sekitar 15 menit kemudian, Timothy melompat dari lantai empat dan jatuh di depan lobi gedung.

Tim medis segera mengevakuasinya ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar, namun nyawanya tak tertolong.

Korban Alami Pendarahan Internal

Humas RSUP Prof. IGNG Ngoerah, I Dewa Ketut Kresna, mengatakan korban tiba di rumah sakit pukul 09.44 WITA dan dinyatakan meninggal pukul 13.03 WITA.

“Korban meninggal akibat pendarahan internal dan patah tulang di beberapa bagian tubuh,” ujar Dewa Ketut Kresna.

Diduga Depresi dan Pernah Coba Bunuh Diri

Dari pesan berantai yang beredar di kalangan mahasiswa, Timothy disebut telah lama mengalami masalah kesehatan mental. Bahkan, ia pernah mencoba bunuh diri sebelumnya, namun saat itu berhasil dicegah.

Namun, yang paling menyayat hati, setelah kabar kematiannya menyebar, muncul tangkapan layar percakapan grup mahasiswa yang berisi ejekan terhadap korban. Beberapa mahasiswa bahkan menertawakan kematian Timothy dan membandingkannya dengan konten kreator Kekeyi.

Unggahan itu pun viral dan memicu kemarahan publik. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak manusiawi dan mencerminkan hilangnya empati di lingkungan akademik.

Pengurus Hima Diduga Terlibat Bullying

Yang membuat publik semakin geram, beberapa nama yang muncul dalam percakapan tersebut ternyata merupakan pengurus aktif Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud Kabinet Cakra.

Mereka antara lain:

Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana (Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat)
Maria Victoria Viyata Mayos (Kepala Departemen Eksternal)
Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama (Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan)
Vito Simanungkalit (Wakil Kepala Departemen Eksternal)
Sanksi Tegas dari Fakultas dan Himpunan

Menanggapi kasus tersebut, Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata, menegaskan bahwa pihak fakultas menjatuhkan sanksi pendidikan kepada mahasiswa yang terlibat.

“Sanksi ini bukan ekspresi kebencian kami. Kami ini guru, tugas kami mendidik,” tegas Anom.

Mereka akan mendapat pengurangan nilai soft skill selama satu semester serta diwajibkan membuat surat pernyataan dan video permintaan maaf.

Selain itu, Himapol FISIP Unud juga mengumumkan pemberhentian tidak dengan hormat terhadap keempat pengurus tersebut, efektif per 16 Oktober 2025.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ini Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM

11 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Rp81 Berlaku 11-17 Agustus 2026

11 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Pusoko Dilantik Jadi KDAW Sumberteguh, Warsubi: Rangkul Semua Pihak Jangan Beda Bedakan Masyarakat

11 Agustus 2026 - 16:30 WIB

40 Tahun Vakum, Seni Gambus Misri Telah Bangkit Kembali Disambut Gen Z Jombang

11 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Sosok Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Terseret Dugaan Paksa Aborsi, Pemkot Surabaya Putus Kontrak

10 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pemilik Rumah Kontrakan Tak Perlu Khawatir, DJP Belum Siapkan Pajak Baru 2027

10 Agustus 2026 - 20:44 WIB

China Produksi Senjata Laser untuk Menembak Nyamuk, Kemampuan 30 Ekor/ Detik

10 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Indonesia Butuh Rp7,8 Triliun untul Ritual Bakar Obat Nyamuk dan Sejenisnya

10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Taksiran Kenaikan APBD 2027 Hanya Rp167 Miliar Dibahas dalam Paripurna Dewan- Bupati Jombang

10 Agustus 2026 - 17:12 WIB

Trending di Nasional