Menu

Mode Gelap

Headline

Muktamar 10 PPP di Ancol Ricuh: Dari Adu Mulut, Adu Fisik Hingga Lempar Kursi

badge-check


					Pembukaan Muktamar 10 PPP di Ancol, Sabtu malam, 27 September, diwarnai oleh drama kericuan, baku hantam hingga lempar kursi. Tindakan anarkis ini diduga dipicu oleh para  pendukung mengkampanyekan ketua umum. Foto: Instagram@rmol.id Perbesar

Pembukaan Muktamar 10 PPP di Ancol, Sabtu malam, 27 September, diwarnai oleh drama kericuan, baku hantam hingga lempar kursi. Tindakan anarkis ini diduga dipicu oleh para pendukung mengkampanyekan ketua umum. Foto: Instagram@rmol.id

Penulis: Yusran Hakim    |     Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Keributan  terjadi di acara muktamar PPP ke-10 yang diadakan di Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 27 September 2025, membuat suasana jadi ricuh. Ada banyak saling teriak, berkelahi, dan lempar kursi antara anggota PPP. Hal ini terjadi karena mereka memiliki pendapat berbeda tentang siapa yang akan jadi ketua umum partai.

Ketika Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, mulai pidato pembukaan, suasana semakin panas karena ada dua kelompok yang mendukung pendapat berbeda, yaitu “lanjutkan” dan “perubahan”.

Beberapa anggota mengalami luka akibat bentrokan yang terjadi, dan keadaan semakin buruk dengan teriakan serta pengusiran Mardiono dari kerumunan peserta setelah pembukaan.

Mardiono mengatakan bahwa ada orang-orang yang ingin memaksakan kehendak mereka di dalam muktamar, dan mereka lah yang membuat kericuhan terjadi.

Agenda utama acara muktamar adalah memilih ketua umum baru dan menyusun struktur partai untuk lima tahun mendatang.

Dua calon ketua umum yang utama adalah Muhammad Mardiono dan mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, yang didukung oleh beberapa DPW dan DPC PPP.

Masalah ini juga dianggap sebagai hasil dari menurunnya dukungan suara PPP di Pemilu 2024, yang menyebabkan ketegangan di dalam partai semakin meningkat.

Para pengamat berpendapat bahwa konflik ini menunjukkan bahwa pemimpin PPP telah kehilangan arah dan lupa pada pemilih awal mereka, sehingga sering terjadi masalah di dalam partai.

Wakil Ketua Umum PPP meminta kepada semua anggota untuk bersabar dan menjaga ketertiban sesuai dengan ajaran Islam selama acara berlangsung agar konflik tidak menyebar lebih luas.

Secara ringkas, muktamar PPP di Ancol terasa ricuh karena adanya ketegangan internal saat pemilihan ketua umum, yang membagi anggota partai menjadi dua kubu akibat persaingan antar calon dan keinginan beberapa pihak untuk memaksakan kehendak mereka, sehingga terjadi bentrokan fisik yang membuat beberapa anggota luka-luka dan suasana semakin memanas saat acara pembukaan dan wawancara media dengan Mardiono.

Berikut adalah kronologi konflik di muktamar PPP ke-10 di Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 27 September 2025:

Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono. Saat memberikan pidato pembukaan, suasana langsung menjadi tegang karena perbedaan pendapat di antara anggota tentang proses dan calon ketua umum.

Peserta muktamar terpecah menjadi dua kelompok yang memiliki pendapat bertolak belakang, yaitu satu kelompok meneriakkan “Lanjutkan” untuk kepemimpinan yang ada saat ini, dan kelompok lain meneriakkan “Perubahan”.

Ketegangan sangat terasa saat pembukaan dan terus berlanjut setelahnya. Anggota saling berdebat dan kemudian terlibat perkelahian. Ada juga yang melempar kursi dan saling dorong.

Ketika Mardiono melakukan wawancara dengan media, kelompok yang mendukung dan menolak saling teriak dengan suara yang berbeda, sehingga suasana semakin gaduh. Petugas keamanan berusaha untuk memisahkan mereka, sementara beberapa anggota terluka akibat baku hantam.

Kekacauan ini diduga disebabkan oleh orang-orang yang ingin memaksakan kehendak mereka dalam pemilihan ketua umum, dan kekecewaan terhadap hasil Pemilu 2024 yang dianggap tidak memuaskan turut menjadi latar belakangnya.

Wakil Ketua Umum PPP meminta semua anggota untuk bersikap tenang dan menjaga ketertiban seperti dalam ajaran Islam supaya proses muktamar tidak terganggu.

Beberapa pengamat politik menyatakan bahwa kericuhan ini menunjukkan bahwa pengurus partai telah kehilangan tujuan dan lupa pada pemilih mereka, sehingga menyebabkan konflik internal yang mudah terjadi.

Singkatnya, kericuhan di muktamar PPP yang berlangsung di Ancol dimulai dari ketegangan antara dua kelompok anggota saat pidato pembukaan, dan akhirnya memuncak menjadi perkelahian serta kerusuhan saat wawancara, yang menyebabkan beberapa anggota terluka dan situasi menjadi kacau selama acara pembukaan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perantau Jatim Pulang Kampung Gratis Diantar 58 Bus

18 Maret 2026 - 21:32 WIB

Pemudik Asal Kebumen Meninggal Dunia, saat Macet Gilimanuk

18 Maret 2026 - 20:42 WIB

Achmat Rifqi: Desak TNI Terbuka dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

18 Maret 2026 - 20:28 WIB

Hasil Survei Insantara: KH Imam Jazuli Raih Dukungan 26,1 % Ungguli 12 Nama Tokoh Lainnya

18 Maret 2026 - 19:33 WIB

Denpom Menahan 4 Anggota Denma BAIS TNI dalam Kasus Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus

18 Maret 2026 - 15:52 WIB

KM Cipta Anugerah Meledak dan Terbakar di Pelabuhan Selayar: Angkut 3000 Tabung LPG 2000 Paket Sembako

18 Maret 2026 - 11:47 WIB

Obat Termahal di Dunia Namanya Casgevy Rp35 M/Suntik, untuk Terapi Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

18 Maret 2026 - 11:12 WIB

Pukul 01.30 Rabu Dinihari, 15 Meter Kanopi Pasar Ploso Jombang Roboh dan Jatuh

18 Maret 2026 - 10:27 WIB

PO Zentrum Terguling ke Sawah setelah Hantam Pick Up Parkir di Tol Pejagan-Pemalang

18 Maret 2026 - 09:55 WIB

Trending di Headline