Menu

Mode Gelap

Headline

H Sahroni Dikubur Bersama 4 Keluarga di Indramayu, Polisi Masih Belum Ungkap Pelakunya

badge-check


					Rumah keluarga H Sahroni di Jalan Siliwangi RT 05 RW 03,, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, ditemukan  Senin, 1 September 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.  Foto: rakyatbengkulu.com Perbesar

Rumah keluarga H Sahroni di Jalan Siliwangi RT 05 RW 03,, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, ditemukan Senin, 1 September 2025 sekitar pukul 17.00 WIB. Foto: rakyatbengkulu.com

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika |    Editor: Priyo Suwarno

INDRAMAYU, SWARAJOMBANG.COM –  Masih belum diketahui motif kasus tewasnya  lima orang  dalam satu keluarga ditemukan di kawasan kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, ditemukan hari Senin, 1 September 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun hingga saat ini, polisi masih belum menemukan tersangka maupun motif kasus itu. Penemuan jenazah tersebut terjadi di sebuah rumah di Jalan Siliwangi RT 05 RW 03, dan kelima jenazah itu terkubur bersama dalam satu lubang di halaman rumah tersebut.

Kapolres Indramayu memberikan penjelasan terkait kasus penemuan lima jenazah satu keluarga di Kelurahan Paoman pada hari Selasa, 2 September 2025.

Penjelasan ini disampaikan setelah tim Labfor Bareskrim Polri dan tim dari Polres Indramayu melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan jenazah.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, yang mewakili pihak kepolisian, memberikan keterangan kepada media mengenai temuan korban dan perkembangan kasus pada tanggal tersebut.

Nama lengkap korban jenazah lima orang dalam satu keluarga yang ditemukan terkubur di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu adalah sebagai berikut secara berurutan:

  • Haji Sahroni (70 tahun) – kakek/ayah
  • Budi (43 tahun) – anak Haji Sahroni
  • Euis (37 tahun) – menantu (istri Budi)
  • Ratu (7 tahun) – cucu
  • Bayi perempuan berusia sekitar 8 bulan – cucu

Kelima korban merupakan satu keluarga inti yang tinggal di rumah tersebut, terdiri dari kakek, anak, menantu, dan dua cucunya.

Penemuan ini terjadi pada Senin, 1 September 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, ketika bau busuk dari gundukan tanah di belakang rumah menarik perhatian warga.

Rumah tersebut kini dipenuhi garis polisi dan tampak tidak terawat. Beberapa tetangga menyatakan bahwa kelima korban memang tinggal di rumah itu selama ini. Kasus ini sedang menjadi perhatian warga dan pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kronologi penemuan lima jenazah satu keluarga di Kelurahan Paoman, Indramayu, berawal dari kecurigaan keluarga dan warga sekitar karena tidak bisa menghubungi para korban selama beberapa hari.

Awalnya, ada kekhawatiran karena rumah korban terlihat sepi tanpa aktivitas dan telepon dari keluarga tidak direspons.

Pada Senin sore, 1 September 2025, sekitar pukul 17.30 WIB, seorang kerabat bersama warga berinisiatif mendobrak pintu rumah korban setelah geram dengan suasana yang mencurigakan dan bau busuk yang menyengat dari dalam rumah dan halaman.

Di halaman belakang rumah ditemukan gundukan tanah dengan kaki manusia yang terlihat muncul dari tanah. Setelah digali, ditemukan jenazah pertama yaitu H. Sahroni.

Setelah penggalian lebih lanjut, total lima jenazah ditemukan terkubur bersama di dalam satu lubang tersebut, yaitu Sahroni, anak dan menantu, serta dua cucu mereka.

Rumah korban saat ditemukan dalam kondisi terkunci rapat tanpa tanda-tanda keributan, tetapi lokasi tersebut menunjukkan kondisi mengerikan yang menggemparkan warga sekitar.

Kelima korban yang ditemukan terkubur dalam satu lubang di rumah mereka di Kelurahan Paoman, Indramayu, diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Polisi yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian karena pada saat ini belum ditemukan indikasi mereka bunuh diri.

Bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk bercak darah pada alat-alat seperti cangkul dan terpal, serta pemeriksaan kondisi jenazah yang sedang diotopsi, mendukung dugaan pembunuhan sadis. Keluarga korban juga menduga bahwa kasus ini adalah tindak pembunuhan, bukan bunuh diri. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Dibatasi Maksimal 5 Pak Pembelian Beras SPHP 

24 April 2026 - 19:06 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

Di Balik Perang Teluk, China Kuasai Cadangan Minyak 1,4 Miliar Barel

24 April 2026 - 09:22 WIB

Peringatan Hati Bumi, Tanam Pohon dan Bunga di Lingkungan Kantor Pemkab Jombang

24 April 2026 - 08:29 WIB

Ibu ibu PKK dan ASN di kantor pemkab Jomban, menanan pohon dan bunga peringati Hari Bumi, Rabu 23l2 April 2026. Foto: jombangksb.go.id
Trending di Headline