Menu

Mode Gelap

Headline

Nyawa KCP BRI Dihargai Rp 45 Juta, Tersangka Mengenakan Wig saat Bertemu Dwi Hartono

badge-check


					(Kiri) Tersangka C alias Ken, (Kanan) Muhammad Ilham Pradipta, KCP BRI di Jakarta. Foto: trinunnews.com Perbesar

(Kiri) Tersangka C alias Ken, (Kanan) Muhammad Ilham Pradipta, KCP BRI di Jakarta. Foto: trinunnews.com

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Peristiwa pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta, bermula dari pertemuan antara C alias Ken dengan Dwi Hartono di Hotel Fairmont Jakarta sekitar satu hingga dua bulan sebelum penangkapan mereka.

Ken mengaku mengenakan wig saat pertemuan itu karena kebotakan, dan wig tersebut memang kerap digunakannya untuk menyamarkan identitas saat bertemu orang lain.

Mereka makan dan berdiskusi di restoran House of Yuen di hotel tersebut, namun detail pembicaraan tidak dijelaskan. Tersangka mengaku untuk menghabisi korbannya dibayar Rp 45  juta.

Ken bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 15 orang yang telah diamankan polisi terkait kasus penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta. Dari jumlah tersebut, empat orang termasuk Ken bertindak sebagai otak pelaku atau aktor intelektual.

Ada pula empat tersangka yang berperan sebagai pelaku penculikan dan sisanya sebagai eksekutor serta pengintai dalam kelompok tersebut.

Kejadian bermula pada Rabu, 20 Agustus 2025, saat Ilham menjalani aktivitas rutin sebagai Kepala KCP BRI. Setelah mengikuti rapat di kantor, dia menuju tempat parkir supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Saat hendak masuk mobil hitamnya, dua orang tak dikenal menyergap dari mobil putih yang terparkir di dekatnya. Meskipun sempat melawan, Ilham dipaksa masuk ke dalam mobil dan diculik.

Keesokan harinya, Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 05.30 WIB, jasad Ilham ditemukan mengenaskan di semak-semak Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Tangan dan kaki terikat lakban, mata tertutup lakban, serta terdapat luka di dada dan leher yang diduga akibat hantaman benda tumpul yang menjadi penyebab kematian.

Polisi bergerak cepat dengan menangkap empat pelaku penculikan di Jakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian menangkap empat orang yang diduga sebagai otak pelaku, termasuk Ken dan Dwi Hartono yang dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar online.

Motif perkara masih Dwi Hartono dendam kepada Ilham Pradipta pengajuan kredit fiktif Rp 13 miliar ditolak. Dwi Hartono lalu menyewa para algojo terorganisir dan perencanaan matang, untuk menghabisi korbannya.

Penyelidikan berlanjut untuk membongkar seluruh jaringan pelaku dan motif sebenarnya di balik penculikan dan pembunuhan ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamax Turbo Naik Tajam, Dexlite Anjlok Rp3.600 per Liter

8 Juni 2026 - 18:58 WIB

Awas Sidoarjo Terancam Darurat HIV-AIDS: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru Total 7.129 Penderita

8 Juni 2026 - 17:28 WIB

Hadi Atmaji Pimpin Rapat Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:47 WIB

Gempa Magnetudo 7.7 di Mindanao, Getaran Terasa di Indonesia Utara

8 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polisi Situbondo Gercep Tangkap Suami yang Menghabisi Istrinya Gegara Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 22:28 WIB

Viral Juragan Truk Ikat Tangan dan Pukuli Sopir Gunakan Batang Kayu, Polisi Gercep Meringkus Pelaku

7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:59 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

MA Sudah Keluarkan Vonis, Yemahura: PT Delta Surya Belum Mau Bayar Rp1,4 Miliar

6 Juni 2026 - 19:19 WIB

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Trending di Nasional