Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Kuntilanak, salah satu sosok dalam cerita rakyat Indonesia, telah lama menjadi bagian dari tradisi lisan dan kepercayaan masyarakat.
Sosok ini sering digambarkan sebagai perempuan berambut panjang dengan pakaian serba putih. Kehadirannya yang tiba-tiba menambah kesan angker yang melekat padanya.
Terdapat berbagai kisah tentang kuntilanak. Berikut adalah asal-usul kuntilanak dan mitosnya berdasarkan situs web mythicalencyclopedia.
Kuntilanak adalah makhluk mistis yang populer dalam cerita rakyat Indonesia, Melayu, dan Singapura. Kuntilanak diyakini sebagai roh wanita yang meninggal saat melahirkan, dan dikenal karena sifatnya yang pendendam.
Menurut legenda, Kuntilanak biasanya muncul sebagai wanita cantik yang mengenakan gaun putih, dengan rambut hitam panjang yang menutupi wajahnya. Namun, saat dia menampakkan wajahnya, matanya dikatakan berwarna merah dan gigi tajam.
Kuntilanak sering dikaitkan dengan cerita horor, dan merupakan subjek populer dalam film dan acara televisi. Dipercaya bahwa Kuntilanak adalah simbol ketakutan akan kematian dan hal yang tidak diketahui.
Kuntilanak sering digunakan untuk memperingatkan orang-orang tentang bahaya melahirkan dan pentingnya menghormati orang yang sudah meninggal. Meskipun reputasinya menakutkan, Kuntilanak tetap menjadi makhluk memikat imajinasi orang-orang.
Legenda Kuntilanak diyakini berasal dari mitologi Hindu kuno, yang dikenal sebagai Yakshi. Makhluk itu digambarkan sebagai setan perempuan yang menghantui kuburan dan memakan darah orang yang hidup.
Seiring berjalannya waktu, legenda Yakshi berkembang dan menyebar ke daerah lain, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Di daerah-daerah ini, Yakshi dikenal sebagai Kuntilanak atau Pontianak.
Legenda Kuntilanak telah berkembang secara berbeda di berbagai daerah. Di Indonesia, Kuntilanak diyakini sebagai roh seorang wanita yang meninggal saat melahirkan. Roh tersebut dikatakan menghantui desa tempat ia meninggal untuk membalas dendam.
Di Malaysia dan Singapura, Kuntilanak diyakini sebagai roh seorang wanita yang meninggal dengan kejam. Roh tersebut dikatakan menghantui tempat ia meninggal, untuk membalas dendam kepada orang-orang yang bersalah padanya.
Secara keseluruhan asal-usul Kuntilanak merupakan bagian yang menarik dari budaya dan mitologi Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Legenda tersebut telah berkembang dari waktu ke waktu, tetapi akarnya dalam mitologi Hindu kuno tetap kuat.
Mbak Kunti Senang Tertawa
Hantu kuntilanak dikenal sebagai sosok perempuan berambut panjang dan selalu menggunakan baju panjang berwarna putih hingga kakinya tidak terlihat sama sekali.
Kuntianak dalam adat istiadat Sunda disebut sebagai arwah gentayangan dari wanita yang meninggal ketika akan melahirkan atau meninggal saat sedang mengandung bayi. Namun, dia bergentayangan karena salah dalam memperlakukan jenazah ketika dikubur atau akan dikubur.
Biasanya orang-orang merasa ketakutan pada sosok ini. Tidak hanya karena parasnya yang mengerikan, tetapi juga tangisan dan cara tertawanya yang melengking membuat merinding siapa pun yang mendengarnya.
Sebagian orang juga mungkin bertanya-tanya mengapa kuntilanak dikenal sebagai sosok yang suka tertawa untuk mengganggu manusia. Berikut adalah beberapa alasannya.
1. Bentuk frustasi dalam menutupi lukanya
Kuntilanak merupakan sosok perempuan yang dikenal suka menghantui manusia dalam berbagai kondisi. Namun ternyata di balik tawanya, sosok ini ternyata juga dikenal suka menangis karena banyaknya aib atau depresi yang dimilikinya.
Karena frustasi, arwah-arwah kuntilanak ini sebelumnya mungkin meninggal dengan tidak wajar seperti bunuh diri ataupun banyak hal buruk lainnya yang pernah dilakukan semasa hidup.
Namun kebanyakan dari sosok mereka mempunyai kisah menyedihkan yang ditutup-tutupi. Maka dari itu, sering kali sosok kuntilanak jika tidak menangis sangat nyaring, mereka juga akan tiba-tiba tertawa sangat keras dan membuat siapa pun merinding mendengarnya.
Bahkan, sosok ini juga seringkali menangis sambil tertawa yang mana hal tersebut sangat mengerikan untuk dilihat dan didengar.
2. Tertawa karena senang mengganggu
Sosok hantu kebanyakan yang kita ketahui memang gemar mengganggu manusia untuk menggoyahkan imannya ataupun sekadar bersenang-senang. Sering kali sosok dari kuntilanak sendiri tidak memandang siapa manusia yang akan ia ganggu selagi orang tersebut menarik baginya ia akan terus mengganggunya.
Baik perempuan maupun laki-laki, mereka tidak peduli dan sering mengganggu manusia dengan tertawa yang melengking. Terkadang juga para kuntilanak menyukai laki-laki dan menempel kepadanya ataupun menempel pada perempuan-perempuan yang memang mudah untuk diganggu sehingga mereka puas.
3. Melihat iman manusia yang lemah
Ketika diganggu makhluk halus, keimanan manusia lah yang sedang diuji. Jika manusia ketakutan maka para hantu-hantu tersebut justru sangat senang dan bergembira. Namun biasanya kuntilanak suka mengganggu manusia yang imannya lemah terutama untuk menertawakan mereka dan memunculkan suara-suara yang membuat seseorang ketakutan.***











