Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Mitos dan kisah-kisah tentang mahluk gaib selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk kisah seram tentang Setan Welthok yang kerap berkeliling di tepian sungai, khususnya di daerah Surabaya.
Mahluk gaib memang diyakini sering menempati lokasi-lokasi yang dianggap angker dan horor seperti hutan, pegunungan, bangunan tua dan juga sungai. Seperti kisah hantu Welthok ini contohnya yang gemar sekali berkeliling di tepian sungai.
Hantu atau sering juga disebut Setan Welthok memang sosok mahluk halus yang gemar berjalan-jalan di sekitar sungai terutama di daerah sungai yang ada di Surabaya karena memang ia berasal dari sana.
Setan Welthok ini biasanya menyusuri sepanjang tepian sungai untuk mencari udang-udang yang nantinya akan ia bakar di kepalanya. Karena menurut mitosnya, sosok setan Welthok ini adalah anak kecil yang hanya memiliki tengkorak kepala setengah seperti mangkuk.
Dalam mangkuk tersebut diyakini masyarakat terdapat api menyala yang tujuannya untuk membakar apa saja yang ia tangkap seperti udang salah satunya. Oleh karena mitos ini, banyak orang tua yang menakut-nakuti anak mereka agar tidak bermain di bantaran sungai saat menjelang malam hari.
Meski sebenarnya hantu ini tidak berbahaya, namun tetap saja sosoknya mampu mengikuti siapa saja yang bertemu dengannya. Welthok juga bukan tergolong hantu banyu (air) karena meski sering beraktifitas di dekat sungai, setan ini tidak bersarang atau tinggal di sungai itu.
Setan ini diyakini akan keluar dari sarangnya di sekitaran hutan yang dekat dengan tepi sungai ketika perpindahan waktu dari siang ke malam. Welthok juga tidak akan berlama-lama di sekitaran sungai, karena katanya ia hanya akan menampung tangkapan udangnya sesuai ukuran mangkuk tengkoraknya saja, setelah penuh biasanya ia akan hilang entah ke mana.
Apakah hantu ini menjadi sebab udang bisa pindah sendiri jika tambaknya tak dijaga?
Ternyata tak ada hubungannya. Udang memiliki kecenderungan untuk berpindah tempat, terutama saat mencari makan atau pasangan.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa udang yang dipelihara dalam tambak biasanya tidak memiliki insting untuk berpindah tempat secara drastis. Jika mereka merasa nyaman dan terpenuhi kebutuhannya, mereka cenderung tetap berada di dalam tambak.
Jadi, meskipun ada faktor-faktor yang bisa membuat udang berpindah, mitos tentang udang yang bisa berpindah tambak jika tidak dijaga lebih cenderung pada kondisi tambak yang tidak ideal. Jika tambak dikelola dengan baik, udang akan cenderung tetap berada di dalam tambak. ***











