Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Puncak Acara Gerebek Suro, Warga Dusun Gambang Jombang Santuni 70 Dhuafa dan 23 Yatim

badge-check


					Warga dusun Gambang, desa Plumbon Gambang selalu peduli kepada saudaranya, sehingga pada puncak acara perayaan Gerebek Suro, dilaksanakan Ngaji Bareng disertai penyerahkan santunan kepada 70 warga dhuafa dan 23 anak yatim, Minggu 21 Juli 2025. Foto: Swarajombang.com/ Ipong Dwicahyono Perbesar

Warga dusun Gambang, desa Plumbon Gambang selalu peduli kepada saudaranya, sehingga pada puncak acara perayaan Gerebek Suro, dilaksanakan Ngaji Bareng disertai penyerahkan santunan kepada 70 warga dhuafa dan 23 anak yatim, Minggu 21 Juli 2025. Foto: Swarajombang.com/ Ipong Dwicahyono

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM-  Ngaji Bareng dirangkai dengan  penyerahan santunan kepada 70 warga dan 23 anak yatim, menjadi puncak acara peringatan Gerebek Suro yang dilaksanakan selama tiga hari, di dusun Gambang, desa Plumbon Gambang, kecamatan Gudo, kabupaten Jombang, Minggu 20 Juli 2025.

Acara itu mendapat perhatian ratusan warga setempat diawali sholawatan, berlanjut doa bersama.
Panitia telah menyiapkan santunan kepada yatim dan dhuafa.

Santunan santunan diberikan kepada 23 anak yatim dan 70 dhuafa dari dusun Gambang saja.
Mereka mendapat bingkisan berupa: beras 2 kg, minyak goreng 1 Liter, mie instan, gula 1 Kg, 1 ekor ayam potong, serta uang tunai.

(Kiri) Kepala desa Plombon Gambang, Nur Wakit, (Kanan) Ketua Panitia acara Gus Ahmad Thosen. Saat memberikan sambutan acara Ngaji Bareng serta santunan kepada 70 dhuafa dan 23 yatim di dusun Gambang, desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang, Minggu 20 Juli 2025. Foto: Swarajombang.com/ Ipong D Cahyono

Adi Zakaria, wakil bendahara acara gerebek Suro Gambang, bahwa semua dana merupakan bantuan dari warga yang secara sukarela mengumpulan dana pada acara tiga hari gerebek Suro yang meriah itu. Uang santunan berasal dari iuran per RT dan donatur baik dari dusun Gambang atau pun dari luar dusun, kata Adi.

Penyerahkan bantuan dimulai dari: ketua panitia Ahmad Thosem, kepala dusun Gambang Supi’i, ketua panitia kirab Sugianto, dan Ibu lurah Anik Nur Wakit.

Pada acara itu, ketua panitia Gerebek Suro Gambang 2025, Ahmad Thosem, mengucapkan terima kasih atas seluruh partisipasi warga Gambang, yang telah menyukseskan acara selama tiga hari berturut, mulai Jumat 18 Juli acara bersih desa melibatkan sekitar 300 pemilik rumah.

Warga ibu-ibu secara kyusuk mengikuti acara Ngaji Bareng di dusun Gambang, sebagai puncak acara gerebek Suro, Minggu 20 Juli 2025. Foto: Swarajombang.com / Ipong D Cahyono

Selanjutnya, acara kirab diikuti enam RT, dilaksanakan pada hari Sabtu 19 Juli, melibatkan ratusan warga, diikuti enam delegasi dari setiap RT 01-06 wilayah dusun Gambang. Warga telah membuat sebanyak sembilan gunungan yang dijadikan pesta rebutan oleh para penonton.

Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit memuji acara itu bisa terselenggara dengan baik, aman dan penuh kebahagiaan, “Yang penting kita terus bersatu, gotong royong, guyub rukun. Selalu bersama menjaga keamanan,” katanya.

Seni hadrah turut memeriahkan acara sholawatan puncak acara Gerebek Suro di dusun Gambang, Jombang, Minggu 20 Juli 2025. Foto: swarajombang.com/ Ipong D Cahyono

Dia menyatakan bahwa acara ini memang secara khusus diselenggarakan oleh warga dusun Gambang, yang julahnya sekitar 1400 jiwa, terdiri dari sekitar 400 rumah. “Sudah dua tahun terakhir ini mereka menyelenggarakan acara ini.

“Semoga tahun depan kita bisa melaksanakan secara lebih besra dan meriah,” kata Nur Wakit. Dia menambahkan desa Plumbon Gambang telah penyiapkan kepanitiaan untuk menyelenggarakan acara  menyambut dan memeriahkan HUT ke-80 RI.

Di akhir acara peringatan Gerebek Suro, itu dilaksanakan  mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Nur Roihan Ahmad Al Hafidz dari Perak Jombang.

Desa Plumbon Gambang termasuk desa yang sudah dikenal oleh masyarakat nasional maupun internasional, karena di desa itu sejak 1978 sudah memliki keahlian sebagai perajin manik-manik.

Hasil karya manik-manik dari desa itu sudah dipasarkan ke Bali, Sumatera, Kalimantan, NTT, Maluku. Sedangkan pasaran terbanyak luar negeri dari India, Malaysia, Vietnam, bahkan hingga ke Eropa dan Amerika.

Jangan heran, dari desa Plumbon Gambang, sudah ada tujuh peneliti internasional yang melakukan riset kehebatan teknik perajin manik-manik desa itu dan telah diterbitkan dalam buku lux, edisi internasional baik berbahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:48 WIB

Pendapatan Turun Drastis, Sopir Angkot Minta Halte Medaeng Ditutup

22 Juli 2026 - 18:23 WIB

Uji Coba PNS Kerja Dekat Rumah

22 Juli 2026 - 18:09 WIB

Polres Jombang Berikan Beasiswa Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri Berprestasi

22 Juli 2026 - 14:56 WIB

Fokus Berobat Jantung ke Luar Negeri, Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

22 Juli 2026 - 09:37 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Trending di Nasional