Menu

Mode Gelap

Hukum

Polisi Tangkap 4 Aktivis Greenpeace, Suarakan Save Raja Ampat dari Tambang Nikel

badge-check


					Aktivis Greenpeace memekikkan: Save Raja Ampat dari Tambang Nikel di acara acara Indonesia Critical Minerals Expo & Conference 2025 di Hotel Pullman Jakarta pada Selasa, 3 Juni 2025. Tangkap layar video Instagram@hitamputihgp.01 Perbesar

Aktivis Greenpeace memekikkan: Save Raja Ampat dari Tambang Nikel di acara acara Indonesia Critical Minerals Expo & Conference 2025 di Hotel Pullman Jakarta pada Selasa, 3 Juni 2025. Tangkap layar video Instagram@hitamputihgp.01

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Sejumlah aktivis Greenpeace & Papua ditangkap saat menyuarakan “Save Raja Ampat” dari Tambang Nikel di acara Indonesia Critical Minerals Expo & Conference 2025 di Hotel Pullman Jakarta, Selasa, 3 Juni 2025.

Sejumlah aktivis Greenpeace dan perwakilan dari Papua menyuarakan kampanye “Save Raja Ampat” guna menolak tambang nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat.

Mereka membentangkan spanduk dan banner dengan pesan seperti “What’s the True Cost of Your Nickel?”, “Nickel Mines Destroy Lives”, dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining” saat Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno memberikan sambutan di konferensi tersebut.

Mereka mengekspresikan keprihatinan terhadap dampak lingkungan dari penggalian nikel di kawasan tersebut dan beberapa aktivis bahkan ditangkap saat menyuarakan aspirasi ini di acara tersebut.

Acara Indonesia Critical Minerals Expo & Conference 2025 sendiri merupakan salah satu konferensi dan pameran terbesar di Asia Tenggara yang membahas industri mineral kritis, termasuk nikel, kobalt, dan bahan baku untuk kendaraan listrik.

Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 1600 delegasi senior, 100 pembicara, dan lebih dari 40 peserta pameran, serta didukung oleh pejabat pemerintah Indonesia yang membahas strategi pengembangan mineral kritis secara berkelanjutan dan inklusif.

Dengan latar belakang Indonesia sebagai produsen nikel utama dunia, konferensi ini menekankan pentingnya peran Indonesia dalam rantai pasok global bahan baku baterai dan komitmen terhadap metode bisnis yang ramah lingkungan. Namun, isu lingkungan dan sosial seperti yang diangkat oleh aktivis “Save Raja Ampat” menjadi perhatian penting yang muncul di tengah perhelatan ini.

Tiga aktivis Greenpeace Indonesia dan seorang pemudi asli Papua yang terlibat dalam aksi protes menolak hilirisasi nikel dan menyerukan perlindungan Raja Ampat di acara Indonesia Critical Minerals Expo & Conference 2025 di Hotel Pullman Jakarta pada 3 Juni 2025, ditangkap dan dibawa ke Polsek Grogol Petamburan.

Kepala Global Greenpeace untuk Kampanye Hutan Indonesia, Kiki Taufik, menyebutkan bahwa keempat orang tersebut masih diperiksa di kantor polisi dan didampingi kuasa hukum dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).

Identitas individu aktivis Greenpeace yang ditangkap secara spesifik tidak disebutkan dalam sumber yang ada, hanya disebutkan jumlahnya yaitu tiga aktivis Greenpeace dan satu pemudi Papua yang turut serta dalam aksi tersebut.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Urus NIB Gratis Program Pinter Ngaji Saat CFD depan Pemkab Jombang 17 Mei 2026

13 Mei 2026 - 23:01 WIB

Nadiem: Melampaui Akal Sehat, Saat Dituntut Hukumam 18,5 Tahun Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

13 Mei 2026 - 21:43 WIB

Mendag Pastikan Stok Minyakita Aman Meski Harga Naik

13 Mei 2026 - 18:53 WIB

ESDM Tegaskan CNG 3 Kg Hanya Alternatif, Bukan Pengganti LPG

13 Mei 2026 - 18:35 WIB

Program MBG Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

13 Mei 2026 - 18:22 WIB

Massa AMPB Desak Kapolres Pati Dicopot, Jumat Datang Lagi Bawa Alat Dapur

13 Mei 2026 - 17:02 WIB

Orang Berjaket Lempar Bom Molotov, Toko Grosir Snack di Diwek Jombang Terbakar Hebat

13 Mei 2026 - 15:35 WIB

Jombang Heboh File Rahasia Rekrutmen KDMP Bocor, Tertera Nama Pejabat yang Beri Rekomendasi

13 Mei 2026 - 14:31 WIB

Botok dan Teguh Kerahkan 3000 Orang Demo ke Polres Pati, Rabu 13 Mei 2026

12 Mei 2026 - 22:24 WIB

Trending di Headline