Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

8 Perusahaan AMDK RI Akhirnya Jujur Ungkap Asal Sumber Airnya

badge-check


					Ilustrasi AMDK Perbesar

Ilustrasi AMDK

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Komisi VII DPR RI memanggil sejumlah produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) hari ini. Dalam agenda tersebut, komisi VII meminta penjelasan produsen AMDK terkait sumber air yang mereka gunakan.

Sejumlah produsen diketahui menggunakan air yang berasal dari pegunungan hingga menggunakan air tanah hasil sumur bor. PT Tirta Investama selaku produsen AQUA menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan air pegunungan untuk bahan baku produksi.

Meski mengakui ada proses pengeboran, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto memastikan bahwa air yang mereka gunakan tetap berasal dari pegunungan. Pengeboran menjadi salah satu tahapan untuk memperoleh air yang terperangkap di akuifer.

“Kalau ada persepsi ataupun pendapat bahwa air AQUA adalah air dibor, izin kami menyampaikan pengeboran itu adalah cara yang harus dilakukan untuk bisa mendapatkan air dari sumber tanah dalam atau kita menyebutnya akuifer yang tertekan atau akuifer yang terlindungi,” ujar Vera saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (10/11/2025).

“Karena di situ terlindungi secara alami ratusan tahun oleh lapisan-lapisan batuan, sehingga tidak ada resiko terkontaminasi mengenai cemaran-cemaran seputar dari sumber air tersebut. Sehingga sumber airnya adalah air pegunungan, sesuai dengan hidrogeologi tersebut,” tambah dia.

Sementara itu, PT Panfila Indosari atau produsen AMDK merk RON 88 menggunakan mata air dari pegunungan Gunung Mandalawangi, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sumber air yang digunakan keluar langsung melalui celah batuan tanpa pengeboran.

Sementara itu, PT Amidis Tirta Mulia selaku produsen merk Amidis menggunakan sumber air bawah tanah. Manajemen menyebut tidak pernah mengklaim produknya menggunakan air pegunungan melainkan air destilasi.

Kemudian, PT Tirta Fresindo Jaya selaku produsen merk Le Minerale menggunakan sumber air tanah dalam di bawah 80 meter sampai 120 meter (akuifer dalam). Le Minerale mengambil air dari daerah resapan di dataran tinggi di atas 800 meter.

Sementara itu, PT Muawanah Al Ma’soem atau produsen merk Al Ma’soem menggunakan sumber mata air pegunungan Manglayang di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Selanjutnya, PT Super Wahana Tehno selaku produsen merk Pristine menggunakan mata air Gunung Pangrango, bukan air tanah. Lalu, PT Sariguna Prima Tirta produsen merk Cleo menggunakan air bawah tanah dalam. Terakhir, PT Jaya Lestari Sejahtera produsen merk Le Yasmin, menggunakan sumber air tanah sumur dalam.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Yetty Krystianti Kakantah ATR/ BTN Mojokerto Menghilang sejak Kantornya Digeledah KPK

25 September 2026 - 00:09 WIB

Oknum Diknas Bangkalan Dilaporkan Palak 10% dari Rp38 Juta Anggaran Revitalisasi 180 SD/SMP

24 September 2026 - 21:15 WIB

GAPASDAP Siap Angkut Mobil Listrik, Waspadai Ion-Lithium

24 September 2026 - 19:54 WIB

Sempat Diadang Petugas, Sidak Tim Ombudsman Temukan ‘Hotel Mewah’ di LP Cibinong

24 September 2026 - 15:41 WIB

Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Adakan ODL, Walikota Surabaya Melarang Sekolah Jualan Seragam

24 September 2026 - 09:35 WIB

Gus Ipul: Fitnah Itu Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar NU Jombang, Siapkan Somasi Hukum ke Gus Lilur Cs

23 September 2026 - 22:36 WIB

Keracunan MBG Lagi, 244 Anak Siswa PAUD/TK di Bawang, Diangkut ke Rumah Sakit Batang Jateng

23 September 2026 - 22:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:11 WIB

KPK Operasi Kelima Penggeledahan Sasar Kantor ATR/ BPN Mojokerto

23 September 2026 - 20:50 WIB

Trending di Nasional