Penulis: Sanny | Editor: Ipong D Cahyono
SWARAJOMBANG.COM, GRESIK – Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mencatat, terdapat 760 ruang kelas tingkat SD dan SMP negeri kondisinya rusak parah.
Perbaikan kelas yang rusak, ditarget dalam kurun waktu lima tahun ke depan bisa tuntas. Mengenai dananya, selain dari APBD juga memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, termasuk CSR perusahaan.
“Kami meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan dan pemetaan, agar perbaikan bisa segera dilakukan dan tepat sasaran,” ujar Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, usai mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Gresik, Senin (24/2).
Ia menekankan, prioritas perbaikan akan diberikan untuk kelas yang memiliki jumlah siswa yang banyak. Karena satu ruang kelas biasanya diisi 30 siswa, kalau ada ruang kelas yang rusak dan kebetulan diisi lebih dari 30 siswa maka itu termasuk prioritas u tuk diperbaiki.
“Kalau kelasnya rusak tapi siswanya sedikit atau bahkan tidak ada muridnya, perbaikannya bisa ditunda,’ tambahnya.
Untuk tahap awal, tambah Wabup, Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk perbaikan sekolah selama tahun 2025.
“Harapan kami, angka 760 itu bergerak turun bukan stagnan atau bahkan naik. Kami akan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, termasuk dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, menjelaskan setiap ruang kelas membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk diperbaiki.
“Dengan anggaran yang tersedia, diperkirakan tahun depan sekitar 60 ruang kelas bisa diperbaiki melalui APBD Gresik,” tutupnya.