Menu

Mode Gelap

Headline

249 Orang Meninggal Dunia Akibat Lakalantas di Jombang 2025

badge-check


					Jumlah korban tewas akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 di wilayah kerja Satlantas Polres Jombang ini mencapai 249 jiwa, atau naik 10 dibanding tahun 2024 sebanyak 239. Kedisiplinan berlalu lintas menjadi perhatian serous untuk mencegah atau mengurang jumlah laka lantas. Foto: swarajombang.com/elok apriyanto Perbesar

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 di wilayah kerja Satlantas Polres Jombang ini mencapai 249 jiwa, atau naik 10 dibanding tahun 2024 sebanyak 239. Kedisiplinan berlalu lintas menjadi perhatian serous untuk mencegah atau mengurang jumlah laka lantas. Foto: swarajombang.com/elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |    Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius.

Data Satlantas Polres Jombang mencatat sebanyak 249 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di berbagai ruas jalan, mulai dari jalan kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional.

Jumlah korban meninggal tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 239 orang. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 4,18 persen dalam kurun satu tahun terakhir.

“Korban meninggal dunia tahun 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun 2024. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga para korban,” ujar Kasat Lantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, Minggu 4 Januari 2026.

Selain korban jiwa, jumlah korban luka dan kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas di Jombang juga mengalami peningkatan.

Pada tahun 2024, tercatat korban luka berat sebanyak 5 orang, luka ringan 1.863 orang, dengan total kerugian materiil mencapai Rp1,62 miliar.

Sementara itu, sepanjang 2025 jumlah korban luka berat naik menjadi 10 orang, korban luka ringan mencapai 2.002 orang, dan kerugian materiil meningkat signifikan hingga Rp2,17 miliar.

“Data tahun 2025 menunjukkan peningkatan pada korban luka maupun nilai kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas,” jelas Rita.

Meski angka korban meningkat, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Jombang justru mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.116 kejadian, sedangkan pada 2025 turun menjadi 938 kejadian.

Penurunan ini setara dengan 16,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Penurunan jumlah kejadian kecelakaan ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas,” imbuh Rita.

Menurut catatan Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang, terdapat sejumlah faktor yang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Mulai dari faktor alam, kondisi jalan, kendaraan, pengemudi, hingga pengaruh teknologi.

Namun, faktor paling dominan penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi, seperti berkendara ugal-ugalan, mengantuk akibat kelelahan, kurang konsentrasi, serta pelanggaran aturan lalu lintas.

Untuk menekan angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan generasi muda, kepolisian terus melakukan berbagai upaya preventif.

Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah dan pondok pesantren.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada saat berkendara,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan.
“Jangan sampai menjadi korban kecelakaan lalu lintas, terlebih sebagai pelaku. Keselamatan adalah yang paling utama,” tegasnya.

Rita menyebut Kapolres juga mengimbau para orang tua agar tidak sembarangan memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup usia atau belum memiliki kelengkapan berkendara. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:38 WIB

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:15 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:13 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Empat Pelaku Komplotan Curanmor Dibekuk Polisi Jombang

30 Juni 2026 - 19:34 WIB

Korsleting Listrik, Tiga Kamar Tidur Ludes Dilalap Api

29 Juni 2026 - 19:13 WIB

Trending di Hukum