Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
SEMARANG, SWARAJOMBANG.COM – Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans terjadi di simpang susun Exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.30 WIB, menyebabkan 16 orang penumpang tewas dan 18 lainnya mengalami luka berat dan ringan. Sopir candang yang mengemukan bus itu, Gilang Ihsan Faruq (22), dirawat di RSUD Tugurejo.
Tragedi ini menewaskan 16 penumpang dan melukai 19 lainnya, menurut update resmi dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
Bus bermuatan 34 penumpang dengan nomor polisi B 7201 IV berangkat dari Terminal Jatiasih, Bekasi, pada Minggu malam (21/12/2025), menuju Yogyakarta via Tol Trans Jawa.
Pengemudi adalah sopir cadangan bernama Gilang Ihsan Faruq (usia belum dirilis), yang selamat dalam kondisi sadar penuh dan kini diamankan Polresta Semarang untuk pemeriksaan tes urin narkoba serta rekonstruksi kejadian.
Bus melaju dari arah timur (Jakarta-Bekasi) dengan kecepatan tinggi melewati gerbang tol Krapyak. Saat memasuki tikungan tajam di simpang susun Exit Tol Krapyak (km 406+500), pengemudi diduga kehilangan kendali akibat faktor kecepatan dan kondisi jalan licin pasca-hujan.
Sekitar pukul 00.30 WIB, bus menabrak pembatas beton pinggir jalan, terguling ke kanan, dan terbalik di lajur turun menuju Semarang. Insiden menyebabkan 2 penumpang tewas di tempat, 16 lainnya meninggal di rumah sakit, dan 18 luka berat dilarikan ke fasilitas medis terdekat.
Tim Basarnas Semarang PPU tiba di lokasi pukul 01.17 WIB, bekerja sama dengan Polri, Jasa Marga, PMI, dan BPJS Ketenagakerjaan. Proses evakuasi dan pembersihan puing selesai pukul 04.00 WIB. Pemprov Jawa Tengah menanggung seluruh biaya perawatan korban luka melalui BPJS dan anggaran darurat.
Daftar Korban Tewas Terverifikasi
-
Sadimin (57), laki-laki, kelahiran 1968, warga Kelurahan Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.
-
Srihono (53), laki-laki, kelahiran 1972, warga Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.
-
Listiana (44), perempuan, kelahiran 1981, warga Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
-
Sugimo (62), laki-laki, kelahiran 1963, warga Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
-
Haryadin (43), laki-laki, kelahiran 1982, warga Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
-
Mutiara Citra Dwi Purwita (19), perempuan, kelahiran 2006, warga Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
-
Saguh (62), laki-laki, kelahiran 1963, warga Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
-
Wahyu Eko Utomo (26), laki-laki, kelahiran 1999, warga Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.
-
Ngatiyem (48), perempuan, kelahiran 1977, warga Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.
-
Erna Peni (53), perempuan, kelahiran 1972, warga Rancaungur, Kota Bogor.
-
Yanto (47), laki-laki, kelahiran 1978, warga Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
-
Anis Munandar (36), laki-laki, kelahiran 1989, warga Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
Daftar ini mencakup tambahan Erna Peni, Yanto, dan Anis yang kini dikonfirmasi dari laporan terbaru, melengkapi 9 nama awal dari Kapolda Jateng. Identifikasi masih berlangsung via DNA untuk 3-4 korban sisanya; semua jenazah di RSUP Dr. Kariadi. Korban luka tetap 17 orang, termasuk sopir Gilang Ihsan Faruq (22), dirawat di RSUD Tugurejo.
Nama tambahan seperti Erna Peni atau Yanto disebut di laporan media lain, namun belum dikonfirmasi resmi oleh Polda Jateng.
19 Korban Dirawat:
-
RSUP Dr. Kariadi Semarang (12 orang, kondisi 8 kritis).
-
RS Columbia Asia Semarang (4 orang).
-
RSUD Dr. Adhyatma Semarang dan RSUD Tugurejo Kendal (3 orang).
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan penyelidikan fokus pada faktor kecepatan, rem blong potensial, dan status pengemudi. Jasa Marga menutup sementara simpang susun hingga pukul 06.00 WIB untuk olah TKP. Korban asal Jawa Tengah dan sekitarnya mayoritas buruh serta mahasiswa libur akhir tahun.**











