Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Pentas teater “Utiku Sayang” karya Komunitas Tombo Ati bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan karya seni yang sarat dengan bobot estetika dan nilai kritik sosial.
Adaptasi dari naskah klasik “Nenekku Tercinta” karya Arifin C. Noer ini disutradarai dengan sentuhan baru yang segar, memadukan estetika panggung dengan pesan moral yang mendalam, sehingga mampu menggugah emosi dan kesadaran penonton.
Teater Komunitas Tombo Ati memainkan pertunjukannya di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, yang beralamat di Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Wakilo Bupati jombang KH Salmanudin Yazid menyerahkan cindera mata dengan Kominitas Tombo Ait, yang mementaskan Utiku Sayang di gedung Kesenian Jombang, Sabtu 22 Nove,ber 2025. Foto: Jombangkab.go.id
Gedung ini merupakan tempat pertunjukan serbaguna yang berfungsi sebagai pusat kegiatan seni di daerah tersebut.
Pentas Produksi ke-45 Komunitas Tombo Ati dengan lakon “Utiku Sayang” dimainkan pada Sabtu malam, 22 November 2025, di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang.
Penggarapan oleh sutradara Alfi Rizqoh serta alih bahasa Choirul Anam dan Fandi Ahmad menunjukkan totalitas dalam mendalami karakter dan narasi, menjadikan pertunjukan ini bukan hanya hidup, tetapi juga kian memperkuat ekosistem seni teater di Jombang.
Teater ini juga mengusung kritik melalui satir dan penyajian narasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga kekuatan seni pertunjukan ini terletak pada kemampuannya menghadirkan realitas sosial dengan keindahan dramatik yang menginspirasi.
Keberhasilan pementasan terlihat dari respons penonton dan dukungan pemerintah daerah, yang mengapresiasi karya bernilai tinggi dan dedikasi penuh seluruh kru, aktor, dan tim produksi.
Pementasan ini menegaskan peranan penting teater sebagai media refleksi budaya dan kritik sosial yang estetis serta relevan dalam dinamika masyarakat modern.**











