Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
PANGKEP, SWARAJOMBANG.COM – Enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT akhirnya terdeteksi di lereng curam Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 Januari 2025. Ssetelah lima hari tim SAR gabungan melakukan pencarian dalam cuaca ekstrem.
Penemuan ini, yang tersebar dekat puing mesin pesawat, menandai kemajuan krusial di hari keenam operasi pencarian di tengah medan berbahaya.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi menyatakan bahwa laporan awal datang dari tim Elang 1 hingga Elang 5.
“Informasi masuk sekitar pukul 09.30 WITA, dan hingga 10.46 WITA, enam jenazah berhasil ditemukan,” ungkap Dody saat berbincang dengan wartawan di Posko AJU Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.
Jenazah-jenazah itu tersebar dalam radius 50 meter, sekitar 250 meter dari puncak gunung, dekat reruntuhan mesin. Operasi SAR yang memasuki hari keenam ini prioritas menyisir puing pesawat, barang bawaan korban, serta lokasi penemuan sebelumnya.
Pesawat dengan 10 penumpang dan awak kabin hilang kontak sejak 17 Januari 2026 saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
Dua jenazah awal sudah dievakuasi sebelumnya, termasuk pramugari Florencia Lolita Wibisono yang teridentifikasi.
Enam jenazah baru ini dibawa keluar melalui jalur pendakian terjal menuju persawahan Kampung Baru, dibantu tim darat dan udara.
Tim DVI siap mengidentifikasi lebih lanjut meski tantangan jurang dan cuaca ekstrem menghambat.
Saipul Malik, anggota tim SAR, berbagi pengalaman langsung tentang penemuan jenazah sebelumnya yang memperkuat laporan gabungan.
Pernyataan resmi tim SAR disebar lewat konferensi pers dan media sosial, mengonfirmasi temuan pukul 10.46 WITA tanpa detail nama individu untuk jenazah terbaru. Hingga kini, total delapan jenazah plus satu potong tulang lengan telah ditemukan.
Jenazah mengalami pembengkakan karena kondisi lingkungan, menyulitkan pengenalan dan pengemasan.
Proses evakuasi pakai teknik vertical rescue ke RS Bhayangkara, dengan helikopter cadangan jika cuaca mendukung. Penyisiran untuk dua korban tersisa dan bukti utama tetap berjalan.
Kronologi Penemuan
-
18 Januari 2026, 11.59-14.20 WITA: Jenazah laki-laki pertama (Deden Maulana) di jurang 200 meter dari puing, langsung dievakuasi.
-
19 Januari 2026: Jenazah perempuan kedua (pramugari Florencia Lolita Wibisono) tersangkut pohon di jurang 300 meter oleh relawan SAR ARAI Sulsel; evakuasi rampung 20 Januari pukul 15.00 WITA setelah kantong jenazah tiba.
-
21 Januari 2026, 12.30 WITA: Potong tubuh ketiga di bawah gunung dekat sektor 1 dan 4, evakuasi tertunda karena tidak utuh.
-
22 Januari 2026, 10.46 WITA: Enam jenazah tambahan (total 8 jenazah + 1 potong tulang) dalam radius 50-250 meter dekat puing mesin; evakuasi vertical rescue ke RS Bhayangkara.**











